Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, MAN 4 Jakarta Selatan berkolaborasi dengan PKBI mengadakan kegiatan Talkshow Hari Anak Nasional dengan mengusung tema “Melindungi Anak Indonesia dengan Mewujudkan Ruang Digital yang Positif.” Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas X MAN 4 Jakarta Selatan sebagai upaya meningkatkan kesadaran murid terhadap pentingnya menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Dalam sambutannya, Wido Prayoga, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, baik keluarga, sekolah, pemerintah, maupun masyarakat. Menurutnya, ruang digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan murid. Oleh karena itu, madrasah memiliki peran penting dalam membekali murid dengan kecakapan digital, karakter yang kuat, serta kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Talkshow menghadirkan narasumber dari berbagai instansi yang memiliki perhatian terhadap perlindungan anak. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Dwi Jalu Atmanto, Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA). Beliau mengajak para peserta untuk memahami hak-hak anak, mengenali berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan berbasis digital, serta pentingnya keberanian melapor apabila mengalami ataupun menyaksikan tindakan yang membahayakan keselamatan dan kesejahteraan anak.

Selanjutnya, dr. Amirul Khoiriyah Tejawati, Ketua Tim Kerja Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, memaparkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental di era digital. Beliau menjelaskan bahwa penggunaan gawai dan media sosial secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan, kualitas tidur, konsentrasi belajar, hingga kondisi psikologis remaja. Karena itu, para murid diajak untuk membangun kebiasaan digital yang sehat melalui pengaturan waktu penggunaan gawai, menjaga keseimbangan aktivitas, serta memperkuat komunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, M. Rizki Hermawan, Program Officer Remaja PKBI Nasional, mengajak para murid menjadi generasi yang mampu menciptakan ruang digital yang positif. Ia menekankan pentingnya etika bermedia sosial, kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi, serta keberanian menjadi agen perubahan yang menyebarkan konten-konten inspiratif dan edukatif. Menurutnya, setiap unggahan, komentar, maupun interaksi di media sosial merupakan jejak digital yang mencerminkan karakter seseorang.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para murid aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar keamanan digital, perundungan siber (cyberbullying), perlindungan data pribadi, hingga cara menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi. Sesi tanya jawab menjadi ruang yang interaktif bagi peserta untuk memperoleh pemahaman langsung dari para narasumber yang berkompeten di bidangnya.
Melalui kegiatan ini, MAN 4 Jakarta Selatan berharap seluruh murid semakin memahami pentingnya membangun budaya digital yang aman, sehat, dan beretika. Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam melindungi anak Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijaksana serta menghadirkan ruang digital yang positif, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga berkarakter, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.