MAN 4 Jakarta Selatan – Tim ekstrakurikuler tari Samara dari MAN 4 Jakarta Selatan tampil memukau dalam kegiatan Festival Muharam bertajuk “Islam dan Transformasi Peradaban Dunia 1448 H/2026 M” yang diselenggarakan oleh Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN se-Indonesia di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026, di Hotel Borobudur, Jakarta.
Penampilan ini menjadi salah satu rangkaian acara yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus menunjukkan kontribusi generasi muda dalam pelestarian budaya bangsa. Dalam kesempatan tersebut, tim Samara membawakan Tari Medley Nusantara yang mengangkat kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Tari Medley Nusantara yang ditampilkan mencakup tujuh daerah, yaitu Betawi, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan, Maluku, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Setiap segmen tarian ditampilkan secara dinamis dengan perpaduan gerakan yang harmonis, mencerminkan keberagaman budaya Indonesia yang tetap bersatu dalam satu kesatuan.
Penampilan ini dibawakan oleh tujuh murid MAN 4 Jakarta Selatan, yakni Lee Su Yeon (XII-14), Faiza Rania Noviyanti (XII-10), Isnaini Adilia Jahfah (XII-12), Zhafira Nadila Putri (XII-12), Yasmin Mumtaz Yuviansah (XII-12), Khayara Darin Athirah (XII-10), dan Amiroh Halwa Muhaibah (XII-12). Mereka tampil dengan penuh percaya diri di hadapan para tamu undangan.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang turut menyaksikan langsung penampilan para murid. Kehadiran beliau menjadi motivasi tersendiri bagi para penampil untuk memberikan performa terbaik.
Lee Su Yeon, salah satu penari, mengungkapkan rasa bahagianya dapat tampil dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa kesempatan untuk menampilkan budaya Indonesia di hadapan Menteri Agama merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan yang tidak terlupakan.
Hal serupa juga dirasakan oleh guru pendamping, Laras Amelia, S.Pd. Ia mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi dan kerja keras para siswa dalam mempersiapkan penampilan tersebut. Menurutnya, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para murid untuk tampil di panggung nasional.
Dalam proses persiapannya, tim Samara melakukan latihan secara intensif. Mereka sangat memperhatikan setiap detail, mulai dari koreografi, pola lantai, hingga keselarasan dengan alunan musik. Latihan dilakukan secara konsisten demi menghasilkan penampilan yang maksimal.
Melalui penampilan ini, tim Samara MAN 4 Jakarta Selatan tidak hanya berhasil menghibur para tamu undangan, tetapi juga menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi agen pelestari budaya sekaligus membawa nama madrasah ke tingkat yang lebih luas. Penampilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa seni tari dapat menjadi media dakwah dan transformasi peradaban yang relevan di era modern.