<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>artikel ilmiah &#8211; MAN 4 Jakarta</title>
	<atom:link href="https://man4jkt.sch.id/tag/artikel-ilmiah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://man4jkt.sch.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jun 2022 13:18:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.5</generator>

<image>
	<url>https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/12/cropped-logo3-32x32.png</url>
	<title>artikel ilmiah &#8211; MAN 4 Jakarta</title>
	<link>https://man4jkt.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Strategi Pembelajaran dalam Al-Qur’an</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/06/17/strategi-pembelajaran-dalam-al-quran/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/06/17/strategi-pembelajaran-dalam-al-quran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2022 01:12:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[strategi pembelajaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2385</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Indrayanti Syafruddin  ~ A. Pendahuluan Pendidikan sebagai suatu upaya perbuatan sudah berlangsung sejak dahulu dan tidak diragukan lagi ekstensinya. Pendidikan telah mulai dilaksanakan sejak manusia hadir di muka bumi ini dalam bentuk pemberian warisan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dari para orang tua dalam mempersiapkan anak-anaknya menghadapi kehidupan dan masa depannya. Pendidikan bukanlah semata-mata merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh: Indrayanti Syafruddin  ~</p>
<hr />
<p><strong>A. Pendahuluan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan sebagai suatu upaya perbuatan sudah berlangsung sejak dahulu dan tidak diragukan lagi ekstensinya. Pendidikan telah mulai dilaksanakan sejak manusia hadir di muka bumi ini dalam bentuk pemberian warisan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dari para orang tua dalam mempersiapkan anak-anaknya menghadapi kehidupan dan masa depannya. Pendidikan bukanlah semata-mata merupakan upaya menyiapkan individu untuk dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, melainkan lebih diarahkan pada upaya pembentukan dan kesediaan melestarikan lingkungan dalam jalinan yang selaras.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidik yang profesional dituntut untuk dapat menampilkan keahliannya di depan kelas. Salah satu keahlian tersebut, yaitu kemampuan menyampaikan pelajaran kepada siswa. Untuk dapat menyampaikan pelajaran dengan efektif dan efisien, Pendidik perlu mengenal berbagai jenis strategi pembelajaran sehingga dapat memilih strategi manakah yang paling tepat untuk mengajarkan suatu bidang studi tertentu. Dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran, setiap pendidik dituntut untuk memahami benar strategi pembelajaran yang akan diterapkannya. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat berdampak pada tingkat penguasaan atau prestasi belajar peserta didik.</p>
<p><strong>B. Konsep Strategi Pembelajaran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos yang artinya suatu usaha untuk mencapai suatu kemenangan dalam suatu peperangan awalnya digunakan dalam lingkungan militer namun istilah strategi digunakan dalam berbagai bidang yang memiliki esensi yang relatif sama termasuk diadopsi dalam konteks pembelajaran yang dikenal dalam istilah strategi pembelajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengertian Strategi menurut Muhaimin Syah adalah dapat diartikan sebagai salah satu siasat atau rencana, banyak pandangan kata strategi dalam bahasa inggris dianggap relevan adalah kata <em>Approach</em> (pendekatan) <em>procedur</em> (tahapan kegiatan). Berdasarkan kata-kata diatas Strategi merupakan sejumlah langkah-langkah atau suatu tindakan yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran tertentu.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a> Sedangkan menurut Syaiful Bahri Jamaroh dalam bukunya yang berjudul “Strategi belajar Mengajar “ yaitu suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dala usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a>  Secara umum strategi mempunyai pengertian, suatu garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapa sasaran yang telah ditentukan. Bila dihubungkan dengan belajar mengajar strategi bisa diartikan sebagai suatu pola umm perbuatan pendidik peserta didik dalam manifestasi aktifitas pengajaran.<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><sup>[3]</sup></a> Pengertian strategi dalam hal ini menunjukkan karakteristik abstrak dari rentetan perbuatan pendidik murid.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>C. Strategi Pembelajaran dalam Perspektif Islam (Al-Qur’an )</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Al-Quran menggambarkan, ada dua cara Allah SWT mengajar manusia, yaitu: 1. Pengajaran langsung yang disebut wahyu / ilham. 2. Pengajaran tidak langsung. Cara yang terakhir ini berarti bahwa Allah mengajar manusia melalui media, yaitu fenomena alam yang Dia ciptakan. Allah menciptakan alam dan segala isinya serta hukum yang berlaku padanya. Alam menyimpan banyak rahasia ilmu pengetahuan. Tugas manusia untuk mempelajarinya sehingga menemukan sistem hukum alam tersebut yang selanjutnya dapat digunakan bagi kepentingan hidup manusia</p>
<p style="text-align: justify;">Maka pekerjaan ilmuan hanya mencari dan menemukan hukum atau teori yang Allah telah tentukan berlaku pada alam, bukan menciptakan hukum atau teori tersebut. Inilah makna Allah mengajar manusia melalui alam dan segala isinya.  Bagi kaum sekuler, ilmu itu dibentuk atas dasar fakta empiris atau indrawi tanpa menghiraukan sumbernya, yaitu Allah. Sedangkan dalam perspektif Islam, ilmu itu bersumber dari Allah , maka Dia menjadi pusat utama dalam pembelajaran dan penelitian. Mencari ilmu atau pengetahuan berarti mengkaji sifat-sifat Tuhan dan perbuatan-Nya yang terlukis pada sketsa alam, yang mesti disingkap oleh manusia dari berbagai rahasia alam.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak ayat al-Quran yang mendorong manusia agar mempelajari fenomena alam, seperti unta, angkasa, bumi, gunung (QS. Al-Ghasyiyah: 17-20).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ١٧  وَإِلَى ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ رُفِعَتۡ ١٨ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ١٩  وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ٢٠</strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="17">
<li><em> Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan ,18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan, 19. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan, 20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan</em><em>.</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mendapat Ilmu melalui <em>rasio</em>, misalnya dapat dilihat dalam QS. Al-Mu’minun: 12-16</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن طِينٖ ١٢  ثُمَّ جَعَلۡنَٰهُ نُطۡفَةٗ فِي قَرَارٖ مَّكِينٖ ١٣ ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ عَلَقَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ مُضۡغَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡمُضۡغَةَ عِظَٰمٗا فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَٰمَ لَحۡمٗا ثُمَّ أَنشَأۡنَٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحۡسَنُ ٱلۡخَٰلِقِينَ ١٤ ثُمَّ إِنَّكُم بَعۡدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ ١٥  ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تُبۡعَثُونَ ١٦</strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="12">
<li><em> Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah, 13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim),14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik, 15. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati,16. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ayat ini berbicara tentang embriologi dan penjelasan proses kejadian dan perjalanan hidup manusia. Ayat ini juga menggambarkan metode analogi (qiyas) untuk mendapatkan ilmu dan selanjutnya keyakinan, yaitu dengan membandingkan sesuatu yang lebih sulit dengan yang lebih mudah (qiyas awlawi). Jika Allah kuasa mengubah tanah menjadi manusia, maka tentu Dia lebih kuasa lagi mengumpulkan kembali sesuatu yang telah ada walaupun telah rusak.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendapatkan ilmu melalui <em>metode empiris</em>, dapat dilihat misalnya dalam berbagai ayat yang mendorong manusia memperhatikan fenomena alam, seperti QS. Ali ‘Imran: 137</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِكُمۡ سُنَنٞ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ١٣٧</strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="137">
<li><em> Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk mendapatkan pengetahuan yang benar dan konsisten, kajian <em>empiris </em>perlu dianalisis dengan penalaran rasional, dan penalaran rasional perlu didasarkan atas pengalaman empiris.  Al-Quran mengajarkan bahwa, empiris dan penalaran rasional mesti dikombinasikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut perspektif al-Quran, pengetahuan tidak hanya didapatkan melalui empiris atau pengalaman indrawi serta penalaran rasional semata, tetapi juga bisa didapatkan melalui ilham.  Bahkan menurut Imam al-Ghazali, ilham merupakan jalan pengetahuan yang benar, ia dapat mengantarkan manusia kepada ‘ilmal yaqin, yaitu sesuatu yang diketahui yang tidak lagi mengandung keraguan. Untuk mendapatkan pengetahuan melalui ilham (al-ta’allum al-rabbani) adalah ditempuh dengan jalan mujahadah dan riyadhah, yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada tiga prinsip yang mesti diimplementasikan dalam proses pembelajaran (menurut Ishaq Ahmad Farhan):1. Semua ciptaan ini mempunyai tujuan. 2. Prinsip kesatuan baik alam, manusia, maupun kehidupan. 3 Prinsip keseimbangan (al-ittizan) Sepantasnya kurikulum dan silabus disusun berdasarkan prinsip tersebut. Ia perlu menggambarkan kepada siswa, bahwa segala yang ada ini diciptakan mempunyai tujuan, terbentuk dalam suatu kesatuan yang tidak terpisahkan serta keseimbangan. Ini akan menghasilkan output yang menghargai lingkungan dan menghormati sesama. Abduh mengatakan, “Apabila orang sudah terdidik, maka ia akan mencintai dirinya demi kecintaannya kepada orang lain, dan ia akan mencintai orang lain demi kecintaannya terhadap dirinya sendiri”.</p>
<p style="text-align: justify;">Terjadinya proses belajar tidak selalu harus ada orang yang mengajar. Kegiatan belajar tak dapat diwakili orang lain, harus dialami sendiri oleh si belajar. Mengajar merupakan upaya untuk membuat orang lain belajar. Peran utama (dosen/pendidik, tutor, Instruktur) adalah menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar pada si belajar. Pendekatan Pembelajaran berpusat pada Dosen (<em>Teacher Centered Approach</em>) Pendekatan Pembelajaran berpusat pada Mahasiswa (<em>Student Centered Approach</em>). Saling Berinteraksi Saling membantu Semua saling berbicara Asyik dengan apa yang dikerjakan Berbagi materi Saling bertanya/ menjawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut M. Nasir Budiman ada tujuh pendekatan umum yang dapat digunakan dalam pembelajaran dalam sistem pendidikan Islam, baik untuk ilmu fardhu ain maupun untuk ilmu fardhu kifayah, yaitu:<a href="#_ftn4" name="_ftnref4">[4]</a></p>
<p>a. Pendekatan <em>rasional</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pembelajaran menurut pendekatan ini harus mengikuti tingkat perkembangan pikiran anak di mulai dari yang konkrit kemudian baru diberikan hal-hal yang abstrak. Pembuktian suatu kebenaran dimulai dari hal-hal sederhana sampai kepada hal-hal yang kompleks. Keburukan dan kebaikan dari suatu prilaku perlu dijelaskan. Dalam al-Quran banyak didapati ayat yang menyuruh manusia untuk menggunakan akalnya, seperti sebutan kata <em>‘ibrah, ‘aqlun, fikrun, zikrun, nadharun, tara</em> dan lain-lain. Misalnya yang terdapat dalam surat al-Nazi’at ayat 26:</p>
<p style="text-align: justify;"> <strong>إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبۡرَةٗ لِّمَن يَخۡشَىٰٓ ٢٦</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya)</em></p>
<p style="text-align: justify;">maknanya orang-orang yang berakallah yang dapat menjadikan cerita itu sebagai suatu pelajaran</p>
<p>b. Pendekatan <em>emosional</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang orang tergugah perasaannya. Untuk dapat tergugah perasaan sebagai sebuah respon maka diperlukan stimulus yang tepat. Stimulus dapat berupa verbal seperti cerita, sindiran, pujian, ejekan, berita, dialog, anjuran, perintah, larangan dan sebagainya. Sedangkan yang non verbal adalah berupa prilaku dan sikap pendidik yang dapat ditiru oleh anak. Al-Quran menampilkan beberapa cerita atau keadaan yang dapat mengugah jiwa manusia seperti cerita tentang para Nabi dan juga cerita tentang keadaan manusia yang sudah mendapatkan azab Allah atas keingkarannya, seperti cerita pada saat terjadi huru- hara qiamat, mahsyar, syurga dan neraka. Cerita-cerita ini dapat mengugahkan jiwa orang-orang yang beriman kepada yang ghaib ini.</p>
<p>c. Pendekatan <em>fungsional</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan ini mengedepankan fungsi atau kegunaan dari sebuah disiplin ilmu. Anak dapat merasakan manfa’at dari sebuah ilmu baik manfa’at langsung yang diterima berupa materi atau yang non materi seperti kepuasan jiwa akibat dari mengamalkan atau menghindari diri dari suatu perbuatan. Al-Quran dalam surat al-Jatsiyah ayat 13 menyebutkan:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مِّنۡهُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ١٣</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ayat di atas memberikan makna bahwa manusia dengan ilmu yang dimilikinya dapat menfungsikan alam ini untuk kesejahteraan hidupnya.</p>
<p>d. Pendekatan pengalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman adalah pendidik yang terbaik. Ungkapan ini juga tepat untuk materi-materi tertentu, keterampilan tertentu atau prilaku-prilaku tertentu dalam pembelajaran. Penjelasan yang bersifat verbal tidak mampu memberikan kesan yang baik dan lama terhadap anak, sehingga ia merasakan hal tersebut. Untuk melaksanakan pendekatan ini anak dapat diperintahkan untuk melaksanakan sesuatu atau berada di suatu tempat sehingga ia merasakan situasi tersebut. Pendekatan ini berpendapat belajar adalah kenyataan yang ditunjukkan dengan kegiatan fisik. Al- Quran dalam surat al-Kahfi dari ayat 70 – 82 memberi contoh ( kisah Nabi Musa as. yang belajar ke Nabi Khaidir as.)</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan pengalaman yang berbentuk bathin adalah seperti anak diajak untuk beri’tiqap, bertafakkur, bermunajad kepada Allah SWT dan lain-lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan seperti ini dapat memberikan ketengan jiwa hanya bagi orang yang melaksanakannya.</p>
<p>e. Pendekatan keterampilan proses.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan keterampilan proses adalah suatu pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. Pembelajaran ini menekankan pada aktivitas siswa dan pemahaman yang menyeluruh. Pendidik harus menciptakan bentuk-bentuk kegiatan pembelajaran yang prosedural artinya mengikuti tahap demi tahap dan juga bervariasi agar siswa terlibat dalam berbagai proses. Siswa diminta untuk merencanakan, melaksanakan dan menilai suatu kegiatan, prilaku atau sikap. Jika dikaitkan dengan akhlak atau sikap atau karakter bahwa kebenaran yang diperoleh melalui tahap-tahap proses pembelajaran di sekolah akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat lainnya secara terus menerus antar kelompok atau generasi yang tidak putus-putusnya. Dala al-Quran Allah mengumpamakan pendekatan ini dalam surat al-Nur ayat 35 :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>۞ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشۡكَوٰةٖ فِيهَا مِصۡبَاحٌۖ ٱلۡمِصۡبَاحُ فِي زُجَاجَةٍۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوۡكَبٞ دُرِّيّٞ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٖ مُّبَٰرَكَةٖ زَيۡتُونَةٖ لَّا شَرۡقِيَّةٖ وَلَا غَرۡبِيَّةٖ يَكَادُ زَيۡتُهَا يُضِيٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٞۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٖۚ يَهۡدِي ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَ لِلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ٣٥</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> <em>Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya adalah laksana satu tanglung yang di dalamnya ada pelita, dan pelita itu terletak dalam kaca, dan kaca itu laksana bintang yang seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak pohon kayu yang diberkati, yaitu minyak zaitun, yang bukan keluaran timur dan bukan keluaran barat, yang minyaknya hampir selalu menerangi kalaupun tidak disentuh api; nur di atas Nur. Allah memimpin kepada nurNya kepada barangsiapa yang dikehendakiNya. Dan Allah mengadakan berbagai perumpamaan untuk manusia. Dan Allah Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu (</em>35).</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat ini menggambarkan bahwa untuk dapat menghasilkan sebuah misykat (tanglung) memerlukan proses yang panjang yang saling berkaitan. Begitu juga untuk menghasilkan seorang anak didik yang beriman, berilmu, dan memiliki keterampilan tertentu memerlukan kepada tahap-tahap tertentu dan pada setiap tahap itu memiliki proses yang tersendiri sehingga melahirkan seseorang yang dapat memberikan manfaat yang besar kepada orang lain, sebagaimana Allah sebutkan seperti pelita yang dapat menyinari jalan hidup manusia.</p>
<p>f. Pendekatan pembiasaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan ini dilaksanakan dengan cara menyuruh dan membiasakan anak melaksanakan sesuatu yang baik bersama orang-orang yang selalu mengerjakannya (konsisten), seperti mendirikan shalat, berpuasa, membayar zakat dan lain-lain. Dalam surat al-Baqarah ayat 43 Allah berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ ٤٣</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah besama orang-orang yang ruku’ </em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Perintah 1ruku’lah bersama orang-orang yang selalu ruku’ kepada Allah menunjukkan bahwa anak didik harus selalu berada dalam lingkungan orang yang shalih, sehingga ia tidak terpengaruh dengan sifat-sifat yang tidak baik.</p>
<p>g. Pendekatan keimanan dan klarifikasi nilai.</p>
<p style="text-align: justify;">Klarifikasi nilai merupakan suatu pendekatan yang dapat membantu anak didik dalam memilih nilai-nilai yang akan dianutnya. Yang harus dipahami di sini adalah cara pengambilan nilai itu sediri, bukan pada kedudukan nilai baik atau buruknya. Karena jika sebuah nilai itu baik atau benar, maka itu adalah benar atau baik secara metodologist. Hal ini sangat penting untuk diketahui, karena siapapun dapat mengatakan bahwa nilai itu baik atau tidak baik. Oleh karena itu sangat penting untuk diketahui cara pengambilan nilai atau hukum. Kebenaran yang hakiki (sesungguhnya) hanya ada di sisi Allah dan RasulNya</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PENUTUP</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari uraian pemaparan diatas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Dalam pembelajaran dengan menggunakan Strategi dan Metode pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan baik.</li>
<li>Al-Quran menggambarkan, ada dua cara Allah SWT mengajar manusia, yaitu: 1. Pengajaran langsung yang disebut wahyu / ilham. 2. Pengajaran tidak langsung</li>
<li>Isyarat al-Quran dalam mendapatkan Pendidikan melalui Rasio , empirsi dan ilham serta pendekatan- pendekatan yang dilakukan dalam melaksanakan stratgi pembelajaran</li>
</ul>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Muhibbin Syah, <em>Psikologi Pendidikan</em>, Bandung: Logos, 1995, hal. 215</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> Syaiful bahri Jamaroh dan Azwan zen, <em>Strategi Belajar Menghafal</em>, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996, hal. 5</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref3" name="_ftn3">[3]</a> Rohali, <em>Pengelolaan Pengajaran</em>, Jakarta: Rineka Cipta, 1995, hal. 31</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref4" name="_ftn4">[4]</a> M. Nasir Budiman<em>. Pendidikan dalam Perspektif al-Quran</em>. Jakarta, Madani Press, Cet. I, 2001. hal.132.</p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-large wp-image-2390 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/06/indrayanti-1024x751.png" alt="" width="640" height="469" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/06/indrayanti-1024x751.png 1024w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/06/indrayanti-300x220.png 300w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/06/indrayanti-768x563.png 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/06/indrayanti.png 1500w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>


<hr class="wp-block-separator"/>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/06/17/strategi-pembelajaran-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Bahasa Mengenal Bangsa</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/14/mengenal-bahasa-mengenal-bangsa/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/14/mengenal-bahasa-mengenal-bangsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2022 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2183</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Nia Kurniasih, S.Pd. ~ Allah SWT menciptakan dunia dengan berbagai ragam manusia sebagai penghuninya. Sebagaimana yang dituliskan dalam QS Al Hujuraat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Dari sekelompok suku dan bangsa, manusia&#160; menempati dunia diberbagai tempat dan wilayah. Mereka hidup didalam kelompok suku bangsanya, dan menciptakan alat komunikasi yaitu bahasa. Bahasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Nia Kurniasih, S.Pd.  ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: justify;">Allah SWT menciptakan dunia dengan berbagai ragam manusia sebagai penghuninya. Sebagaimana yang dituliskan dalam QS Al Hujuraat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Dari sekelompok suku dan bangsa, manusia&nbsp; menempati dunia diberbagai tempat dan wilayah. Mereka hidup didalam kelompok suku bangsanya, dan menciptakan alat komunikasi yaitu bahasa. Bahasa akan memudahkan sekelompok suku atau bangsa untuk berinteraksi sesama mereka. Dari sinilah muncul berbagai ragam bahasa didunia. Bahasa –bahasa ini ada yang dipakai oleh hanya suku atau bangsa tersebut saja, ada yang berkembang menjadi bahasa yang dipakai sebagai pengantar suku bangsa lain didunia, ada juga yang berkembang menjadi bahasa yang banyak dipelajari manusia lain didunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Beragamnya manusia di dunia ini dengan berbagai suku bangsa dan bahasa bukanlah dimaksudkan untuk membatasi interaksi antar manusia hanya kepada sesama suku, bangsa atau bahasa yang sama. Manusia&nbsp; dianugerahi Allah dengan akal dan nafsu sehingga terbukalah peluang bagi manusia untuk memanfaatkan dan mengembangkan berbagai potensi yang ada pada dirinya untuk mempertinggi nilai kehidupannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mempertinggi nilai kehidupannya manusia diberi amanah oleh Allah untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi. Untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi ini dengan sebaik-baiknya maka manusia menggunakan segala potensi yang diberikan Allah kepadanya. Untuk menjalankan peran sebagai khalifah Allah di muka bumi ini sebaik-baiknya manusia mau tidak mau harus mengenal dan berinteraksi dengan alam lingkungannya termasuk dengan manusia lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dorongan untuk mengenal dan memahami lebih mendalam alam lingkungannya ini telah mengantarkan manusia pada pencapaian ilmu pengetahuan alam yang makin tinggi. Sains dan teknologi berkembang pesat karena manusia terus menerus berupaya mengenal, memahami dan memanfaatkan alam lingkungannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dorongan untuk mengenal dan memahami lebih mendalam manusia lainnya telah mengantarkan manusia pada pencapaian ilmu sosial yang juga makin luas. Perbedaan-perbedaan yang ada antar manusia karena perbedaan fisik tubuh, tempat tinggal, kebiasaan, budaya, adat istiadat bahkan perbedaan pemikiran tidaklah menghalangi dorongan untuk mengenal manusia lainnya lebih dalam lagi. Bahkan perbedaan bahasa yang menjadi alat komunikasi dan interaksi antar manusia tidaklah menjadi halangan untuk saling mengenal. Manusia mempelajari bahasa manusia lainnya yang berbeda agar mereka lebih saling mengenal.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahasa Jepang Sebagai salah satu bahasa asing yang dipelajari ditingkat sekolah menengah atas,termasuk salah satu bahasa asing yang diajarkan di MAN 4 Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allah dalam surat Al Hujurat ayat 13 di atas bisa dijadikan sebagai salah satu landasan guru bahasa asing dalam memotivasi siswa mempelajari bahasa asing seperti Bahasa Jepang.. Landasan niat atau motivasi keagamaan ini sangat penting tertanam pada diri siswa agar belajar Bahasa Jepang tidak bernilai sia-sia di hadapan Allah swt.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar hasil proses belajar dapat lebih optimal maka sangat penting bagi guru membuat siswa dapat mengikuti pelajaran bahasa Jepang dengan senang, aktif dan antusias. Karena itu sebagai guru perlu untuk mendorong siswa memiliki motivasi yang membuat mereka dapat belajar bahasa&nbsp; asing ( Bahasa Jepang) dengan lebih baik yang akan memperkaya ketrampilan dan kemampuan berkomunikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai peradaban yang masih dipertahankan sampai saat ini. Bangsa Jepang mampu mempertahankan nilai-nilai tradisi dan memadukan nilai-nilai modern dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendapatkan kesempatan pelatihan di Jepang selama kurang lebih 3 bulan, bisa melihat langsung bagaimana kehidupan keseharian masyarakat Jepang. Saya melihat praktek Islam ada dinegara Jepang seperti kebersihan, keteraturan, semangat kerja yang tinggi, ketepatan waktu, optimisme dan lain-lain meskipun mereka tidak mengenal Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh nyata yang saya dapatkan adalah ketika kita akan naik turun kendaraan, naik turun tangga, membeli tiket kereta api, semua orang sabar dengan antrian, tidak ada yang saling sikut mendahului, ucapan <strong><em>arigatou gozaimashita</em></strong>&nbsp; (terimakasih), <strong><em>sumimasen </em></strong>( maaf/permisi ), <strong><em>onegaishimasu</em></strong> ( minta tolong ) selalu terucap walau untuk hal-hal kecil saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Berlandaskan QS Al Hujuraat ayat 13 diatas,&nbsp; penulis berpendapat bahwa sangatlah penting untuk memberikan pelajaran Bahasa Asing kepada siswa di Madrasah Aliyah, terlebih dalam era globalisasi dimana tekhnologi dan informasi berkembang&nbsp; sangat cepat dan dapat dijangkau oleh setiap orang. Arus informasi dari bangsa lain datang begitu deras begitu juga kemajuan bangsa lain yang tentu sangat kita perlukan informasinya . Dengan mengenal dan menguasai&nbsp; bahasa bangsa lain, diharapkan kita bisa mengambil hal-hal positif yang dapat dikembangkan oleh bangsa kita.　</p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="751" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-sensei-1024x751.png" alt="" class="wp-image-2204" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-sensei-1024x751.png 1024w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-sensei-300x220.png 300w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-sensei-768x563.png 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-sensei.png 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/14/mengenal-bahasa-mengenal-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beberapa Peristiwa Nasional yang Terjadi saat Bulan Ramadhan</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/13/beberapa-peristiwa-nasional-yang-terjadi-saat-bulan-ramadhan/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/13/beberapa-peristiwa-nasional-yang-terjadi-saat-bulan-ramadhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2022 05:30:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2177</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Tri Wibowo Cahyadien ~ Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kehidupan kenegaraan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari beberapa peristiwa penting yang terjadi pada saat Bulan suci Ramadhan. Berikut adalah peristiwa penting di awal kemerdekaan yang terjadi di Indonesia: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Rangkaian perjuangan bangsa Indonesia selama beberapa tahun silam menemui titik puncaknya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Tri Wibowo Cahyadien ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: justify;">Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kehidupan kenegaraan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari beberapa peristiwa penting yang terjadi pada saat Bulan suci Ramadhan. Berikut adalah peristiwa penting di awal kemerdekaan yang terjadi di Indonesia:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong> <img decoding="async" class="size-full wp-image-2178 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-1.jpg" alt="" width="385" height="258" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-1.jpg 385w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-1-300x201.jpg 300w" sizes="(max-width: 385px) 100vw, 385px" /></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian perjuangan bangsa Indonesia selama beberapa tahun silam menemui titik puncaknya. Perjuangan pergerakan Indonesia melalui organisasi nasional seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Persatuan pemuda melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, peristiwa Rengasdengklok merupakan rangkaian peristiwa yang dilalui Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setelah polemik antara golongan tua dan golongan muda mengenai cara memperjuangkan kemerdekaan Indonesia akhirnya Indonesia memutuskan Kemerdekaan Indonesia terjadi pada 17 Agustus 1945 M (9 <em>Ramadhan</em> 1364 H).<strong> </strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="2">
<li><strong>Pengesahan RUUD 1945 menjadi UUD 1945</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong> <img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2179 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-2.jpg" alt="" width="348" height="282" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-2.jpg 348w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-2-300x243.jpg 300w" sizes="(max-width: 348px) 100vw, 348px" /></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah proklamasi kemerdekaan RI dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 M (9 Ramadhan 1364 H) maka diperlukan adanya landasan hukum dalam penyelenggaraan negara, susunan pemerintahan serta pembentukan lembaga negara. Dengan kesadaran akan kondisi tersebut, maka pada tanggal 18 Agustus 1945 M (10 Ramadhan 1364 H) dilaksanakanlah rapat yang dilakukan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dan hasil dari rapat PPKI tersebut adalah Pengesahan RUUD 1945 menjadi UUD 1945, Pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden serta pengesahan KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) sebagai lembaga negara yang merupakan cikal bakal menjadi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) saat ini.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="3">
<li><strong>Agresi Militer Pertama Belanda</strong></li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2180 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-3.jpg" alt="" width="438" height="248" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-3.jpg 438w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-3-300x170.jpg 300w" sizes="(max-width: 438px) 100vw, 438px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Agresi Militer Belanda di latar belakangi oleh kekalahan Belanda dalam Perang Dunia II yang berdampak langsung pada lesunya ekonomi di Negeri Belanda. Untuk mengembalikan gairah ekonominya, Belanda membutuhkan stimulus berupa tersedianya sumber – sumber barang bernilai ekonomi. Disisi lain, untuk memudahkan rencananya tersebut, Belanda melalui Van Mook berpidato menyampaikan bahwa Indonesia berada di bawah Belanda dalam bentuk pemerintahan persemakmuran. Namun, pernyataan tersebut ditolak mentah – mentah oleh Indonesia karena telah memproklamirkan diri sebagai negara yang merdeka. Lambat laun, kondisi semakin tidak kondusif antara kedua belak pihak dan semakin memanas. Dan pada akhirnya pada 21 Juli 1947 M (3 Ramadhan 1366 H) Belanda melancarkan agresinya yang pertama.<strong> </strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="4">
<li><strong>Percobaan Pembunuhan Presiden Soekarno</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong> <img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2181 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-4.jpg" alt="" width="404" height="200" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-4.jpg 404w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-4-300x149.jpg 300w" sizes="(max-width: 404px) 100vw, 404px" /></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bung Karno yang saat itu sedang memimpin sidang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) di Istana, lalu terjadi serangan yang dilakukan seorang pilot militer. Pilot yang diduga terlibat pemberontakan Permesta saat itu, menembak ke arah ruang makan Istana berharap Bung Karno ada disana yang memang sering digunakan. Peristiwa tersebut terjadi tanggal 9 Maret 1960 M (11 <a href="https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/tag/Ramadhan">Ramadhan</a> 1379 H). Sehingga tidak ada agenda kegiatan di ruang makan tersebut.</p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="724" height="1024" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-724x1024.jpg" alt="" class="wp-image-2097" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-724x1024.jpg 724w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-212x300.jpg 212w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-768x1087.jpg 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-1086x1536.jpg 1086w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001.jpg 1241w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/13/beberapa-peristiwa-nasional-yang-terjadi-saat-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Negosiasi Dalam Al Quran</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/negosiasi-dalam-al-quran/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/negosiasi-dalam-al-quran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2022 06:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2118</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Lisnur Azizah ~ Berbekalah dengan ketaqwaan karena kita tidak pernah tahu apabila gelap gulita malam datang, masih bisakah kita menatap sang fajar esok hari?“ Sosialisasi dalam kehidupan tidak terlepas dengan adanya komunikasi berdasarkan kesapakatan, perjanjian juga negosiasi. Perjanjian dan kesepakan adalah suatu aktivitas yang dilakukan dua orang atau lebih untuk mendapatkan keuntungan di antar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Lisnur Azizah ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: justify;">Berbekalah dengan ketaqwaan karena kita tidak pernah tahu apabila gelap gulita malam datang, masih bisakah kita menatap sang fajar esok hari?“ Sosialisasi dalam kehidupan tidak terlepas dengan adanya komunikasi berdasarkan kesapakatan, perjanjian juga negosiasi. Perjanjian dan kesepakan adalah suatu aktivitas yang dilakukan dua orang atau lebih untuk mendapatkan keuntungan di antar kedua belah pihak. Berbeda dengan negosiasi istilah ini muncul untuk membantu dua orang atau lebih yang menginginkan keuntungan berbeda, tergantung dari sudut pandang pembuat kesepakatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berawal minimya contoh teks materi negosiasi penulis mencoba menciptaka terobosan baru tentang teks negosiasi yang tidak hanya dalam aktifitas jual beli namun ternyata bisa masyarakat ditemukan dalam sirah nabawi dan kisah-kisah para sahabat juga peristiwa sejarah Islam yang termuat dalam Alquran. Karena alasan itulah tulisan ini bertajuk “Negosiasi dalam Alquran”.</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur, penulis bukanlah orang yang menguasi ilmu tentang bagaimana memahami Alquran melaui tafsir dan terjemahan, tulisan ini mecoba menampilkan sesuatu yang berbeda dan tidak “mainstream” menurut bahasa kekinian tentang sesuatu yang biasa. Penulis mencoba mengangkat kembali peristiwa-peristiwa apa saja dalam Alquran yang bisa diangkat menjadi materi ajar di sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata jika digali secara mendalam Alquran banyak memberi inspirasi yang dapat membantu dan memudahkan para guru yang merasa kekurangan untuk mendapatkan materi ajar dalam kurikulum yang berlaku sekarang ini. “Negosiasi dalam Alquran” merupakan awal, membuka cakrawala baru dalam mengisi dan memanfaatkan isi teks yang ada. Insyaallah dengan izin-Nya penulis akan mencoba menghadirkan pula materi ajar yang berhubungan dengan materi-materi dalam kurikulum pada Alquranul Karim. </p>
<p style="text-align: justify;">Penulis berharap setiap jengkal teks dan terjemahan yang berkaitan denagn negosiasi pada tips ini dampat membangkitan pendidikan karakter siswa Indonesia dengan memahami bahwa negosiasi yang baik itu tidak hanya terjadi di masa kini namun dipraktikan pula sejak hadirnya manusia di muka bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa contoh teks negosiasi yang termuat dalam Al quran tentunya merupakan kisah-kisah yang sebelumnya pernah diketahui oleh para pembaca, namun para pendidk dapat mencoba menampilkan kembali dengan pola yang berbeda. </p>
<p style="text-align: justify;">Negosiasi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain. Pengertian tersebut adalah pengertian pertama sedangkan pengertian yang kedua dari negosiasi adalah penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersengkata. </p>
<p style="text-align: justify;">Materi negosiasi yang terdapat dalam materi pembelajaran bahasa Indonesia kelas X tingkat SMA/MA, menginginkan kompetensi dasar siswa yang mampu menjalin komunikasi di tengah masyarakat sesuai prosedur yang berlaku dengan etika yang baik. Pemahaman masyarakat tentang negosiasi bisa jadi berbeda-beda, begitu pula yang akan terjadi pada persepsi siswa di sekolah. Contoh-contoh negosiasi yang dihadirkan dalam beberapa sumber tentunya berusaha menghadirkan persepsi sama tentang apa itu negosiasi yang sebenarnya, paling tidak negosiasi yang dimaksud bisa sesuai dengan pemahaman mendasar siswa. Selain itu para siswa yang nota benenya siswa madrasaah pada khususnya dapat memanfaatkan moment pembelajaran materi negosiasi ini sambil menggali tafsir al quran dan dapat berkolaborasi dengan mapel keagamaan yaitu Al quran dan hadits. </p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa judul teks negosiasi dalam sumber bacaan lain masih minim merujuk pada terjemahan dan tafsir Alquran yang memuat kisah-kisah hikmah. Teks negosiasi yang dihadirkan dalam al quran ini tentunya kisah atau peristiwa berisi teks negosiasi yang dilakukan beberapa nabi dan sahabat, yang tentunya kesepakatan yang terjadi terlihat tidak memaksa justru sungguh santun. </p>
<p style="text-align: justify;">Dilihat dari kacamata negosiasi yang ideal, sebenarnya hasil yang diperoleh dari kesepakatan itu sendiri tidaklah terlihat seperti hal yag menguntungkan secara dominan, melainkan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh si pembuat kesepakatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh negosiasi yang “mainstream“ adalah transaksi jual beli dalam proses tawar menawar. Bila dilihat dari kacamata pembeli setelah proses tawar menawar, pembeli seolah-olah merupakan orang yang paling berhasil dalam negosiasi. Jika harga barang yang ditawarkan bergesar pada titik terendah, dan sebaliknya penjual seolah menjadi orang yang paling menderita jika barang yang dijualnya akan berpindah tangan dengan harga yang tidak sesuai dengan penawaran. Persepsi negosiasi tersebut tidak selamanya benar. Mengapa tidak benar? karena tujuan negosiasi itu sendiri adalah mencapai situasi saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan walupun terlihat berbeda, dalam negosiasi yang dilakukan, hasil kesepakatannya tidak harus menghasilkan kualitas nilai yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Apapun hasil negosiasi yang tercipta, hal paling utama bagi pendidikan adalah berusaha melakukan interaksi sosial tersebut dengan ketentuan yang sesuai prosedur di antaranya, menggunakan bahasa yang santun, kesepakan yang dihasilkan tidak merugikan kedua belah pihak, bersifat menerima argumen dari pihak mitra dan melaksanakan hasil kesepakatan dengan ikhlas. </p>
<p style="text-align: justify;">Semoga pemilihan ide ini sedikitnya bisa membantu para pendidik dan peserta didik dalam menemukan contoh teks negosiasi, tanpa harus bersusah payah mencari teks negosiasi di buku yang berbeda-beda. Dengan keberadaan kisah-kisah negosiasi dari tajuk “Negosiasi dalam Alquran“ insyaallah bermanfaat. Penulis coba tampilkan salah satu contoh teks negosiasi dalam Al quran yang diambil dari salah satu kisah nabi Isa yang tentu sudah penulis sadur menjadi satu teks sesuai struktur teks negosiasi berikut kutipannya</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Diplomasi Isa Kepada Tuhannya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar nama Isa tentu tidak jauh dari gelar Almasih dan ibundanya Mariam. Sesungguhnya kisah Almasih tidak hanya berisi tentang usaha beliau menaklukkan umatnya Bani Israil. Banyak kisah yang mengingatkan peristiwa kehidupan Isa tentang diangkatnya ke langit sampai pada peristiwa negosiasi Nabi Isa kepada Tuhan, yang dilakukan sebagai bentuk pembelaan Nabi Isa kepada umatnya dan dirinya sendiri. </p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa diplomasi Nabi Isa ini termuat dalam Surat Almaidah ayat 116-118. Terjemahan ayat tersebut adalah sebagai berikut, “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?” Isa menjawab, “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib.&#8221; </p>
<p style="text-align: justify;">“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan adalah</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” </p>
<p style="text-align: justify;">Percakapan Nabi Isa dengan Tuhannya dalam terjemahan Surat Almaidah tersebut, mungkin terlihat biasa saja. Apalagi untuk beberapa orang yang hanya sekilas membaca terjemahan. Sebenarnya diplomasi seorang hamba kepada Tuhannya sungguh luar biasa, bagaimana Allah SWT memberi kesempatan kepada orang kepercayaannya untuk memberi klarifikasi atas apa yang dilakukan umatnya di dunia. </p>
<p style="text-align: justify;">Menjelang kiamat kelak Allah SWT akan memanggil para Nabi beserta umatnya masing-masing. Salah satu Nabi yang akan dipanggil saat itu adalah Nabi Isa AS. Dimulailah dialog penuh kekuatan super dahsyat ini saat Allah SWT bertanya, “Hai Isa putra Maryam apakah benar kamu memproklamirkan, bahwa Dirimu dan Mariyam ibumu sebagai Tuhan selain Allah SWT?” mendengar pertanyaan Allah SWT yang memang murka sehingga malaikat merinding ketakukan. Dengan Kesantunan tinggi yang dimiliki Nabi Isa, Dia mencoba menjawab pertanyaan Allah SWT karena sesungguhnya Isa sangat memehami bagaimana murkanya Allah SWT kepada umatnya. Menjawablah Isa, “Mahasuci Engkau ya Tuhanku tidak mustahak aku mengatakan yang bukan hakku, jika pun aku berani mengatakannya tentulah <br />Engkau lebih mengetahui dibandingkan hamba-Mu yang lemah ini, Isa pun manambahkan klarifikasinya “Rabbana&#8230; Engkau mengetahui apa yang ada di hatiku apatah daya diri yang lemah ini tak sedikitpun mengetahui apa yang ada dalam hati-Mu karena sesungguhnya Engkaulah lah yang maha tahu perkara yang ghaib.” </p>
<p style="text-align: justify;">Diplomasi mulai terlihat ketika ayat selanjutnya Nabi Isa memintakan ampun atas apa yang dilakukan umatnya seraya menyatakan bahwa siksa yang diturunkan kepada umatnya jelas hak Allah namun dengan santun kembali Nabi Isa memberi pernyataan pembelaannya bahwa Allah pemberi taufik dan rahmat maka jika Allah meberikan pengampunan maka akan berefek umatnya semaikin lebih dekat kepada Allah SWT. </p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kehidupan sehari-hari negosiasi dan diplomasi seringkali terjadi. Tentu hal yang berbeda jika negosiasi yang dilakukan itu adalah antara Nabi dan Tuhannya, terlihat begitu santun tidak memaksakan kehendak. Namun hasil dari negosiasi anatara Isa AS dan Allah SWT tentang kondisi umatnya kelak yang termaktub dalam Surat Almaidah ayat 116-118 tentu tidak akan kita jumpai sekarang sekarang ini. Apapun hasil dari negosiasi tersebut hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui, <em>Wallahu a’lam</em>&#8230;</p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="496" height="453" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/profil-kak-lisnur.jpg" alt="" class="wp-image-1812" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/profil-kak-lisnur.jpg 496w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/profil-kak-lisnur-300x274.jpg 300w" sizes="(max-width: 496px) 100vw, 496px" /></figure></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/negosiasi-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembuatan Google Site Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh (Daring)</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/pembuatan-google-site-sebagai-media-pembelajaran-jarak-jauh-daring/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/pembuatan-google-site-sebagai-media-pembelajaran-jarak-jauh-daring/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2022 06:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2100</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Iip Syaifurazak ~ Abstrak Google Site merupakan suatu tool yang digunakan untuk menciptakan custom website. Mirip dengan wiki, Kita dapat mengembangkan situs kita sendiri dalam membuat website dan isinya. Kemudian Kita dapat memilih kepada siapa saja situs tersebut dibagikan. Kita dapat menentukan siapa pemiliknya, siapa yang Kita izinkan untuk mengedit dan memperbaiki situs, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh : Iip Syaifurazak ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: center;"><strong>Abstrak</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>Google Site merupakan suatu tool yang digunakan untuk menciptakan custom website. Mirip dengan wiki, Kita dapat mengembangkan situs kita sendiri dalam membuat website dan isinya. Kemudian Kita dapat memilih kepada siapa saja situs tersebut dibagikan. Kita dapat menentukan siapa pemiliknya, siapa yang Kita izinkan untuk mengedit dan memperbaiki situs, dan siapa yang Kita izinkan untuk melihat situs. Kita dapat membatasi siapa saja yang dapat melihat situs menjadi kelompok kecil dan pribadi atau Kita dapat memilih untuk mempublikasikan supaya situs mudah diakses siapa saja di dunia. </em><em>Karena situs kita disimpan “di dunia maya”, situs Kita tersedia untuk perangkat apa saja yang yang dapat mengakses </em><em>internet dan dapat diakses darimana saja yang memiliki koneksi internet tersedia.</em><br /><em><strong>Kata Kunci: Google site, website, situs, internet, kolaborasi</strong></em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><strong>1.      Pendahuluan</strong></p>
<p>Dikutip dari <a href="https://sites.google.com/site/tutorialsitesums/definisi">https://sites.google.com/site/tutorialsitesums/definisi </a>Pertanyaan yang pertama kali dalam benak kita yaitu Mengapa menggunakan situs google?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa alasan kenapa kita menggunakan google site :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Gratis</li>
<li style="text-align: justify;">Mudah di Jika kita memasukan teks, Kita dapat langsung membuat sebuah halaman web.</li>
<li style="text-align: justify;">Kita bisa mengkolaborasikan dengan yang lain untuk membuat dan menyunting isi situs.</li>
<li style="text-align: justify;">Terintegrasi dengan perangkat Google lain jadi kita dapat dengan mudah berbagi video, foto, presentasi dan kalender.</li>
<li style="text-align: justify;">Situs kita mudah dicari menggunakan teknologi pencari Google.</li>
<li style="text-align: justify;">Semua versi halaman kita tersimpan. Kita dapat melihat kapan dan oleh siapa perbaikan-perbaikan dilakukan.</li>
<li style="text-align: justify;">Kita dapat menentukan siapa yang memiliki akses ke situs kita dan tingkatan izin yang kita berikan pada pengguna.</li>
<li style="text-align: justify;">Pengguna dapat berlangganan untuk merubah halaman pengumuman. Pembaharuan akan dikirim ke Google atau halaman Google Reader mereka.</li>
<li style="text-align: justify;">Situs kita tersimpan di server keamanan Google.</li>
<li style="text-align: justify;">Gratis penyimpanan online 15 GB</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Adapun untuk Para guru dapat menggunakan situs Google sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Membuat halaman web kelas yang memungkinkan keluarga murid tetap mendapatkan informasi tentang berita di kelas, kegiatan yang akan datang, kebijakan-kebijakan dll. Termasuk foto dan video.</li>
<li style="text-align: justify;">Memposting tugas, template dan rubrik.</li>
<li style="text-align: justify;">Memposting tutorial video untuk siswa yang dapat ditonton di rumah sebagai bantuan tambahan atau agar siswa tidak ketinggalan pelajaran penting ketika mereka absen/tidak hadir di sekolah</li>
<li style="text-align: justify;">Membuat formulir survei, kemudian orang tua atau siswa dapat melengkapi pertanyaan secara online.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk Siswa dapat menggunakan situs google sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Membuat portofolio pekerjaan personal mereka.</li>
<li style="text-align: justify;">Bekerjasama dengan siswa di seluruh dunia untuk berbagi ide, membuat isi dan membicarakan ide-ide mereka.</li>
</ol>
<p><strong>2. Pembuatan Google Site</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti dikutip dari <a href="https://glints.com/id/lowongan/google-sites-adalah/%23.YUP3wbgzZJs">https://glints.com/id/lowongan/google-sites-adalah/#.YUP3wbgzZJs </a>Cara Membuat Website di Google Sites, Fitur apa saja yang bisa memudahkan proses tersebut ? Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>
<p>Buat akun Google</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pertama-tama tentu saja pastikan kita sudah punya akun Google terlebih dahulu. Kalau tidak, kita tidak bisa menggunakan fitur yang ada di dalam Sites.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="2">
<li>
<p>Buka Google Sites</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Langkah selanjutnya, kunjungi <a href="https://sites.google.com/new">https://sites.google.com/new </a>atau bisa juga melalui: menu “Google apps” yang ada di pojok kanan atas <em>browser</em></p>
<p>Google Drive ^ (+) New ^ More ^ Google Sites</p>
<p>Setelah itu, kita akan melihat tampilan seperti gambar di bawah ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2102 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/1-pic-gs.jpg" alt="" width="592" height="297" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/1-pic-gs.jpg 592w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/1-pic-gs-300x151.jpg 300w" sizes="(max-width: 592px) 100vw, 592px" /></p>
<ol style="text-align: justify;" start="3">
<li>
<p>Klik (+) atau <em>template </em>yang ada</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kalau sudah, langsung klik menu (+) atau buka Template gallery dan pilih <em>template </em>yang ada. Dari <em>screenshot </em>berikut, contohnya kita memilih <em>template </em>dengan tema salon.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2103 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/2-pic-gs.jpg" alt="" width="599" height="279" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/2-pic-gs.jpg 599w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/2-pic-gs-300x140.jpg 300w" sizes="(max-width: 599px) 100vw, 599px" /></p>
<ol style="text-align: justify;" start="4">
<li>
<p>Mulai buat <em>website </em>sesuai keinginan</p>
</li>
</ol>
<p>Setelah itu, utak-atik <em>website </em>mulai dari namanya, masukkan logo, dan detail-detail lainnya.</p>
<p>Kita bisa memodifikasi <em>theme </em>yang digunakan dan mengedit per halaman, klik saja menu “Page” yang ada di kanan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2104 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/3-pic-gs.jpg" alt="" width="590" height="272" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/3-pic-gs.jpg 590w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/3-pic-gs-300x138.jpg 300w" sizes="(max-width: 590px) 100vw, 590px" /></p>
<p>Sangat mudah, bukan? Kalau belum jelas silahkan tonton video pada link berikut : Dikutip dari #sinaubarengcakrye #cakryetutorial</p>
<p>Pembelajaran Jarak Jauh dengan Google Sites mudah dan efisien untuk guru dan siswa</p>
<p><strong>Video </strong><a href="https://youtu.be/3uIRrF82p8U"><strong>https://youtu.be/3uIRrF82p8U</strong></a></p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Kesimpulan dari Pembuatan Media pembelajaran dengan menggunakan Google site adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>
<p>Membantu guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh sebagai solusi atau pengganti pembelajaran tatap muka yang tidak mungkin dilaksanakan pada masa pandemi covid 19 saat ini,</p>
</li>
<li>
<p>Cara pembuatannya mudah tidak memerlukan keahlian khusus dan gratis.</p>
</li>
</ol>
<p><strong>3.      Contoh/ Hasil Google site </strong></p>
<p>Untuk Contoh atau hasil google site yang dibuat adalah sebagai berikut : <a href="https://sites.google.com/view/tahfidzman4jakarta/halaman-muka">https://sites.google.com/view/tahfidzman4jakarta/halaman-muka<br /></a></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2105 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/4-pic-gs.jpg" alt="" width="652" height="337" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/4-pic-gs.jpg 652w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/4-pic-gs-300x155.jpg 300w" sizes="(max-width: 652px) 100vw, 652px" /></p>
<p> </p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p><em>Journal article: https://sites.google.com/site/tutorialsitesums/definisi</em><br /><em>Journal article: <span style="font-size: inherit;">https://glints.com/id/lowongan/google-sites-adalah/#.YUP3wbgzZJs</span></em><br /><em>Youtube :  https://youtu.be/3uIRrF82p8U</em></p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="408" height="146" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil.jpg" alt="" class="wp-image-2106" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil.jpg 408w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-300x107.jpg 300w" sizes="(max-width: 408px) 100vw, 408px" /></figure>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/pembuatan-google-site-sebagai-media-pembelajaran-jarak-jauh-daring/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CATATAN REFLEKSI DIRI BELAJAR MENGAJAR MATEMATIKA: KETIKA SAYA MENGAJAR APAKAH BENAR MURID SAYA BELAJAR?</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/01/catatan-refleksi-diri-belajar-mengajar-matematika-ketika-saya-mengajar-apakah-benar-murid-saya-belajar/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/01/catatan-refleksi-diri-belajar-mengajar-matematika-ketika-saya-mengajar-apakah-benar-murid-saya-belajar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2022 00:33:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2040</guid>

					<description><![CDATA[Oleh Hj. Novianti Mulyana, S.Pd., M.Pd. ~ Salam para pembaca sekalian, Berikut ini saya tuliskan sekedar Catatan Refleksi Diri Belajar Mengajar Matematika sebagai niat memohon ridho pada Allah SWT untuk terus memperbaiki diri dalam menjalankan salah satu amanah dari Allah SWT kepada saya selaku Pegawai Negeri Sipil Guru Matematika. Judul yang saya usung pada Catatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh Hj. Novianti Mulyana, S.Pd., M.Pd. ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2042 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi.jpg" alt="" width="414" height="257" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi.jpg 414w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-300x186.jpg 300w" sizes="(max-width: 414px) 100vw, 414px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Salam para pembaca sekalian,</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini saya tuliskan sekedar Catatan Refleksi Diri Belajar Mengajar Matematika sebagai niat memohon ridho pada Allah SWT untuk terus memperbaiki diri dalam menjalankan salah satu amanah dari Allah SWT kepada saya selaku Pegawai Negeri Sipil Guru Matematika.</p>
<p style="text-align: justify;">Judul yang saya usung pada Catatan Refleksi Diri Belajar Mengajar Matematika kali ini adalah KETIKA SAYA MENGAJAR APAKAH BENAR MURID SAYA BELAJAR?</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya MENGAJAR dengan cara memberikan soal kemudian saya menjelaskan langkah per langkah penyelesaian soal nya, apakah yakin murid saya sudah benar memahami esensi dari materi matematika yang sedang dibahas, atau hanya baru sampai pada tahap meniru tanpa pemahaman, sehingga setiap ganti soal, kembali saya selalu guru yang menerangkan soal baru tersebut, padahal masih berkaitan dengan soal terdahulu yang sudah dicontohkan hanya sedikit berubah kondisinya? Murid tidak pernah sampai pada kemandirian berpikir, tidak pernah sampai pada menarik kesimpulan, dari materi matematika yang sedang dibahas. Habis waktu dan energi untuk berlatih hal yang tidak pernah dipahami, terjadi PSEUDO LEARNING, belajar semu, seolah belajar seolah dapat menyelesaikan soal padahal hanya baru sampai pada tahap meniru contoh, SAYA SEBAGAI GURU MENGAJAR TAPI MURID SAYA BELUM BELAJAR.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika murid saya menjawab pertanyaan matematika, dan menjawab dengan ragu-ragu, itu menurut saya sebagai tanda ia baru bisa meniru contoh belum paham. Masih tergantung pada PEMIKIRAN GURU, masih belum memiliki tanggung-jawab BERPIKIR MANDIRI, belum tahu SUDAH BENAR ATAU MASIH SALAH. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, setiap tindakan individu adalah harus&nbsp; dilandasi oleh tanggung-jawab masing-masing, sudah tidak didampingi lagi oleh guru tapi harus sudah berani mengambil Tindakan secara bertanggung-jawab mandiri. Seperti fenomena gunung Es, di mana jika mucul sedikit puncak gunung es&nbsp; di permukaan laut maka sebenarnya badan gunung es di bawah permukaan lautnya&nbsp; adalah sangat besar. Jadi, jika sedikit saja muncul keragu-raguan dalam menjawab masalah matematika, sebenarnya terdapat masalah yang lebih besar atas pemahaman matematikanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2043 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-1.jpg" alt="" width="605" height="385" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-1.jpg 611w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-1-300x191.jpg 300w" sizes="(max-width: 605px) 100vw, 605px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tampak pada ilustrasi gambar, seperti fenomena gunung es, jika ada sedikit saja gunung es menyembul di permukaan laut maka sebenarnya bagian bawah gunung es di permukaan laut bisa jadi ada yang lebih besar seperti ini. Maka jika ada muncul sedikit saja keraguan dalam murid menjawab, maka dapat saja itu menunjukkan keraguan yang sangat lebih besar yang artinya murid memang belum paham.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka jika terdeteksi keragu-raguan murid saya dalam menjawab masalah matematika, saya selaku guru &nbsp;mencoba benar-benar menggali akar permasalahan ketidakfahaman murid saya, dan memperbaiki pada bagian tersebut, dengan tidak terburu-buru memberitahu JAWABAN kepada murid saya, sebagaimana ilustrasi pada kegiatan pertemuan di bawah ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, saya selaku guru membebaskan murid untuk memanfaatkan aneka teknologi aplikasi matematika seperti geogebra, kalkulator, photo math dan lain sebagainya, karena jika belum paham maka dengan sudah menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut, tetap saja walau sudah bisa menjawab &nbsp;hasil akhir dari soal matematika, tetap saja MURID BELUM BELAJAR. Seperti tampak pada transliterasi di bawah ini, murid sudah menggunakan geogebra, tapi karena belum mencapai pemahaman, maka macet tidak dapat memecahkan soal yang harus dijawabnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar lebih mudah dibaca di artikel, maka PERTEMUAN GURU MURID DI KELAS OFFLINE MAU PUN ONLINE ini disajikan dalam bentuk transliterasi melalui gambar percakapan whatsapp di bawah ini. Dengan membaca gambar ilustrasi yang saya tampilkan di bawah ini, tampak yang awalnya peserta didik ragu-ragu dalam menjawab, dengan di-inkuiri oleh saya selaku guru, di akhir pertemuan tampak peserta didik lebih yakin dalam menjawab bahkan memberikan tambahan pemahamannya yaitu tidak hanya menjawab yang ditanyakan yaitu tentang interval x pembuat fungsi di bawah sumbu x, tetapi menambahkan penjelasan tentang interval x pembuat fungsi di atas sumbu x. Dengan demikian, murid tidak lagi menjawab dengan ragu-ragu, tapi menjawab dengan melampirkan argumennya, ini merupakan indikasi MURID BELAJAR artinya MURID BERPIKIR DAN PAHAM.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut Gambar Transliterasinya:</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2044 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-2.jpg" alt="" width="595" height="356" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-2.jpg 595w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-2-300x179.jpg 300w" sizes="(max-width: 595px) 100vw, 595px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2045 alignleft" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-3.jpg" alt="" width="344" height="323" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-3.jpg 344w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-3-300x282.jpg 300w" sizes="(max-width: 344px) 100vw, 344px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2046 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-4.jpg" alt="" width="583" height="298" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-4.jpg 583w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-4-300x153.jpg 300w" sizes="(max-width: 583px) 100vw, 583px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2047 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-5.jpg" alt="" width="584" height="531" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-5.jpg 584w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-5-300x273.jpg 300w" sizes="(max-width: 584px) 100vw, 584px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2048 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-6.jpg" alt="" width="585" height="553" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-6.jpg 585w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-6-300x284.jpg 300w" sizes="(max-width: 585px) 100vw, 585px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2049 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-7.jpg" alt="" width="568" height="235" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-7.jpg 568w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-7-300x124.jpg 300w" sizes="(max-width: 568px) 100vw, 568px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2050 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-8.jpg" alt="" width="565" height="312" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-8.jpg 565w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-8-300x166.jpg 300w" sizes="(max-width: 565px) 100vw, 565px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2051 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-9.jpg" alt="" width="582" height="546" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-9.jpg 582w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-9-300x281.jpg 300w" sizes="(max-width: 582px) 100vw, 582px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2052 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-10.jpg" alt="" width="536" height="144" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-10.jpg 536w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-10-300x81.jpg 300w" sizes="(max-width: 536px) 100vw, 536px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah ilustrasi Kegiatan Berpikir di atas, lebih lanjut di bawah ini adalah tambahan ilustrasi bagaimana peserta didik menggunakan aplikasi geogebra bukan hanya untuk menjawab menggambar grafik, tapi untuk menganalisa lebih lanjut pemahamannya dalam menggambar grafik fungsi polynomial. Peserta didik sudah terbangun kesadarannya untuk tidak hanya menjawab menunjukkan grafik yang sudah jadi (secara umum adalah tidak hanya langsung puas dengan menjawab hasil akhir saja), tapi ingin tahu bagaimana alasan-alasan atas langkah-langkah pembuatan grafik, serta paham elemen-elemen grafik dan sifat-sifatnya serta kaitannya dengan turunan pertama dan turunan kedua dari fungsinya. &nbsp;Berikut contoh hasil pekerjaan peserta didik dengan membandingkan hasil pekerjaan manualnya yang membuat grafik sesuai skala secara manual dengan grafik hasil geogebra, berikut penjelasan dari titik maksimum dan minimum lokalnya:</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-2053 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-11.jpg" alt="" width="455" height="501" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-11.jpg 406w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/catatan-refleksi-11-272x300.jpg 272w" sizes="(max-width: 455px) 100vw, 455px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan terjadinya BELAJAR pada murid, maka murid justru memanfaatkan RUMUS CEPAT CANGGIH, aneka aplikasi matematika seperti geogebra, photomath, grafik dan rumus di kalkulator, dan aneka aplikasi lainnya untuk meningkatkan pemahamannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah catatan refleksi diri saya kali ini, semoga mendapatkan ridho dari Allah SWT. Aamiin.</p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:33.33%">
<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="245" height="291" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/03/pic-ms-novi.jpg" alt="" class="wp-image-2061"/></figure>
</div>



<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:66.66%">
<p style="text-align: justify;">Nama: Hj. Novianti Mulyana, S.Pd., M.Pd.</p>
<p style="text-align: justify;">Guru Mata Pelajaran: Matematika</p>
<p style="text-align: justify;">Unit Kerja: Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta</p>
<p style="text-align: justify;">Alamat&nbsp; Unit Kerja : Jl. Ciputat Raya, Pondok Pinang,&nbsp;Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310&nbsp;&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Email: <a href="mailto:noviantimulyana@gmail.com">noviantimulyana@gmail.com</a></p>
<p style="text-align: justify;">Channel Youtube: MATH TSURAYYA EDUCATION</p>
<p><a href="https://www.youtube.com/channel/UC40wsqzIhujqKwrUK0pncoA/videos">https://www.youtube.com/channel/UC40wsqzIhujqKwrUK0pncoA/videos</a></p>
<p style="text-align: justify;">Blog: <a href="https://novianti1412.wordpress.com/">https://novianti1412.wordpress.com/</a></p>



<p></p>
</div>
</div>



<hr class="wp-block-separator"/>


<table style="height: 383px;" width="809">
<tbody>
<tr>
<td colspan="5" width="636">
<pre style="text-align: center;"><strong>Pendidikan</strong></pre>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="54">
<pre style="text-align: center;"><strong>No</strong></pre>
</td>
<td style="text-align: center;" width="128">
<pre><strong>Lulus</strong></pre>
</td>
<td style="text-align: center;" width="128">
<pre><strong>Tingkat</strong></pre>
</td>
<td style="text-align: center;" width="198">
<pre><strong>University Name</strong></pre>
</td>
<td width="128">
<pre style="text-align: center;"><strong>Program</strong></pre>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="54">
<pre style="text-align: center;">1</pre>
</td>
<td width="128">
<pre style="text-align: center;">1994</pre>
</td>
<td width="128">
<pre>Sarjana</pre>
</td>
<td width="198">
<pre>IKIP Jakarta</pre>
</td>
<td width="128">
<pre>Pendidikan Matematika</pre>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="54">
<pre style="text-align: center;">2</pre>
</td>
<td width="128">
<pre style="text-align: center;">2011</pre>
</td>
<td width="128">
<pre>Short Program</pre>
</td>
<td width="198">
<pre>Kent State University USA</pre>
</td>
<td width="128">
<pre>International Education Program</pre>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="54">
<pre style="text-align: center;">3</pre>
</td>
<td width="128">
<pre style="text-align: center;">2015</pre>
</td>
<td width="128">
<pre>Magister</pre>
</td>
<td width="198">
<pre>Universitas Negeri Jakarta</pre>
</td>
<td width="128">
<pre>Pendidikan Matematika</pre>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>


<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/01/catatan-refleksi-diri-belajar-mengajar-matematika-ketika-saya-mengajar-apakah-benar-murid-saya-belajar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA BUDAYA LITERASI PAGI BAGI SISWA DI MASA PANDEMI</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2021/11/24/pentingnya-budaya-literasi-pagi-bagi-siswa-di-masa-pandemi/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2021/11/24/pentingnya-budaya-literasi-pagi-bagi-siswa-di-masa-pandemi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2021 05:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=1814</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Rohmaniah, MA. ~ ABSTRAKSI Kondisi pandemic yang saat ini sedang melanda hampir di seluruh negara menjadi keresahan tersendiri bagi semua bangsa, terutama dalam pelaksanaan Pendidikan secara nasional khususnya dan internasional pada umumnya. Salah satu keresahan yang harus dihadapi oleh orang tua dan guru adalah motivasi anak anak dalam belajar dan mengikuti aktivitas pembelajaran jarak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Oleh: Rohmaniah, MA.</em> ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: center;"><strong>ABSTRAKSI</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi pandemic yang saat ini sedang melanda hampir di seluruh negara menjadi keresahan tersendiri bagi semua bangsa, terutama dalam pelaksanaan Pendidikan secara nasional khususnya dan internasional pada umumnya. Salah satu keresahan yang harus dihadapi oleh orang tua dan guru adalah motivasi anak anak dalam belajar dan mengikuti aktivitas pembelajaran jarak jauh. Minat membaca terkalahkan oleh derasnya produc digital yang sudah ada dalam genggaman anak melalui gadget yang mereka miliki. Salah satu yang mungkin bisa menjadi upaya penangkal mereka agar tidak larut dalam sajian gadget dan upaya memberikan rangsangan dan motivasi mereka dalam belajar adalah melalui kegiatan pembiasan literasi pagi yang dilakukan secara online pada masing masing madrasah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum hadirnya pandemic Kegiatan literasi bagi siswa yang Sebagian besar telah mulai diterapkan hampir di semua madrasah adalah merupakan bagian dari pembinaan karakter siswa. Hal ini seiring dengan tujuan Pendidikan nasional yang telah diterbitkan dalam permendikbud nomor 23 tahun 2015, yaitu tentang pembinaan ciri etika yang memuat kegiatan pembelajaran terstruktur dan terencana yang diwujudkan melalui Gerakan Literasi Sekolah. Dengan harapan agar terbentuk karakter siswa dalam pembiasaan budaya baca tulis sehingga tercipta budaya belajar yang dapat bertahan seumur hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya Gerakan Literasi yang digiatkan pada setiap sekolah Sangat membantu dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa, menambah kosakata, meningkatkan kualitas daya ingat, melatih keterampilan berpikir dan menganalisis setiap persoalan yang ada. Disamping itu juga, pembiasaan kegiatan litrasi di sekolah dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi, membantu mencegah</p>
<p style="text-align: justify;">Penurunan kognitif dan meningkatkan empati seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya. serta dapat membantu siswa terhubung dengan dunia luar sebagai perwujudan dari visi dan misi sekolah, baik secara nasional maupun internasional terutama yang berhubungan dengan budaya global.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata Kunci: Pelayanan Pendidikan, Budaya Literasi</p>
<h5>PENTINGNYA BUDAYA LITERASI PAGI BAGI SISWA DI MASA PANDEMI</h5>
<p style="text-align: justify;">Pandemic bukanlah alasan untuk meng off kan sejenak Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 UU no 20 tahun 2003. Tapi sebaliknya, <em>tujuan</em> <em>pendidikan</em> <em>nasional</em> <em>adalah</em> <em>mengembangkan</em> <em>potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab </em>harus terus digerakkan dan dibutuhkan suatu budaya yang dapat diterapkan pada peserta didik dalam segala kondisi sehingga karakter yang menjadi tagihan tujuan pendidikan nasional dapat dicapai. Sehingga dari situ sekolah sanggup membantu misi pemerintah dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional secara utuh, sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yang didalamnya tersurat sebuah aktivitas belajar yang terstruktur dan terencana yang diimplementasikan melalui Gerakan literasi Sekolah (GLS).</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini tidak lain adalah upaya untuk menumbuhkan pembiasaan budi pekerti yang baik sehingga tercipta budaya belajar yang dapat berlangsung sepanjang hayat. dalam rangka peningkatan mutu pendidikan yang salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan pembiasaan berbasis literasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan program pembiasan berliterasi melalui kegiatan membaca, melihat, menyimak, menulis dan atau berbicara diharapkan siswa mampu mengakses, memahami dan menggunakan segala media secara cerdas serta sebagai salah satu upaya untuk memberikan stimulus dan menumbuhkan minat baca serta meningkatkan keterampilan komptensi kognitif siswa agar dapat dimaksimalkan secara lebih baik. sesuai tahap perkembangan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan literasi di MAN 4 Jakarta merupakan agenda wajib bagi seluruh siswa. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perubahan sikap kepada siswa. dan menjadikan madrasah sebagai organisasi pembelajar yang mampu berliterasi sepanjang hayatnya. kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka : 1. Penumbuhan minat baca melalui kegiatan membaca buku buku yang diminati siswa baik berupa buku fiksi maupun non fiksi. 2. Meningkatkan kemampuan berpikir dengan menanggapi sumber/buku yang dibacanya. 3. Membantu meningkatkan kemampuan membaca konsep dan materi pada semua mata pelajaran dengan menggunakan buku teks pelajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">MAN 4 Jakarta selalu berupaya melakukan Langkah Langkah dalam memberikan perubahan wawasan siswa kearah yang lebih maju. Seiring dengan visi dan misi Madrasah melalui pembiasaan pagi yang dilakukan siswa Bersama guru guru sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Tepatnya kegiatan pagi ini dimulai sejak pukul 6.15 hingga pukul 07.00.</p>
<p style="text-align: justify;">Aktivitas literasi bukanlah hal yang baru bagi seluruh siswa siswi MAN 4, hampir pada setiap kegiatan pembelajaran di kelas anak sudah terbiasa dengan aktivitas presentasi yang mereka lakukan. Namun bedanya dalam kegiatan pagi yang dilakuakn oleh seluruh siswa dan guru guru. Siswa diberikan pilihan judul Buku yang dijadikan acuan sebagai bahan literasi di sekolah, dari berbagai genre, baik bermuatan fiksi, non fiksi, sejarah, keagamaan maupun buku-buku yang menginspirasi seperti biografi tokoh dan biografi anak bangsa yang berprestasi, buku-buku sejarah yang membentuk semangat kebangsaan atau cinta tanah air. Hal ini diharapkan selain dalam pembentukan karakter juga pembentukan mental siswa untuk tampil di depan siswa lainnya dan guru guru.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal lain yang bisa didapatkan dari kegiatan ini, Gerakan literasi di madrasah terutam selama masa pandemic ini bukan sekadar melatih siswa dalam membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber sumber pengetahuan baik secara verbal maupun melalui media cetak, visual, dan apa saja yang dapat meberikan informasi kepada peserta didik dalam rangka menambah wawasan dan informasi sehingga dapat memunculkan gagasan mandiri. Untuk mendukung kegiatan gerakan literasi. Salah satunya dalam bentuk penugasan membuat jurnal aktivitas literasi mereka. Dalam hal ini siswa dilatih bagaimana mereka memilih sumber bacaan dan berusaha untuk bisa memahami apa yang dibacanya dengan menceritakan kembali dihadapan seluruh siswa dan guru guru, apa yang bisa ditangkap dan disimpulkan dari buku yang telah dibacanya serta mereka diminta untuk memberikan resensi dari buku yang telah dibacanya. Sehingga diharapkan mereka sudah terlatih untuk bertanggungjawab dan disiplin terhadap aktivitas literasi mereka selama masa pansdemi ini. dan dalam kondisi nyata dengan pembiasan memberikan tanggapan dan degan segala kelebihan dan kekurangan yang mereka dapatkan, mampu melatih mereka dalam memecahkan setiap persoalan yang dihadapi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir kegiatan semester, tim literasi madrasah MAN 4 Jakarta berinisiatif mengajak siswa untuk menulis cerpen dan puisi hasil karya mereka dan mengadakan lomba video terkait literasi dengan harapan selain mengisi masa pandemic dengan hal bermanfaat, memberikan kontribusi buat madrasah berupa karya mereka juga untuk memotivasi siswa dan mengajak mereka untuk menggiatkan literasi baik di lingkungan sekolah mupun di lingkungan sekitarnya. Hal lain yang menjadi perhatian penting ketika pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah anatara lain: 1. Guru memberikan keteladanan kepada para peserta didik dengan cara ikut serta dalam kegiatan berliterasi sehingga peserta didik dapat melihat kebersamaan. Tak hanya guru saja, semua warga sekolah termasuk kepala sekolah dan seluruh staf juga turut berpartisipasi mengikuti kegiatan ini. 2. Sekolah dapat menyediakan akses yang mudah agar peserta didik termotivasi memanfaatkan sarana sekolah selama masa pandemic ini, diantaranya seperti google meet ataupun fasilitas zoom meeting central atau youtub live streaming untuk memaksimalkan pemanfaatan sarana berliterasi. 3.meski belum merata dan sesuai harapan. MAN 4 Jakarta berupaya mendistribusikan bantuan pemerintah kepada siswa dan guru berupa fasilitas kuota internet sehingga peserta didik dapat mengakses kegiatan literasi secara online dari rumah masing masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Memulai program gerakan literasi di sekolah memang tidak mudah, Syarat keberhasilan kegiatan lierasi yang berkelanjutan adalah kebersamaan dalam mengelola kegiatan, rasa tanggung jawab yang tidak kalah penting adalah merubah mindset warga sekolah khususnya peserta didik terhadap budaya membaca. Dalam mencapai program dan tujuan literasi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, madrasah merupakan lingkungan yang menjadi salah satu alternative untuk membangun karakter anak bangsa. Salah satu Ciri khusus madrasah sebagai Lembaga pendidikan adalah melakukan strategi dan pendekatan dengan sistem yang terkelola dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan berliterasi yang baik akan muncul dan mengakar di sekolah sebagai dampak proses pendidikan dan selanjutnya akan menjadi karakter yang positif bagi warga sekolah. khususnya bagi peserta didik. Hal tersebut menjadi sebuah kontribusi kemajuan bangsa. Dalam mewujudkan program program madrasah dengan berpatokan pada visi dan misi madrasah yang terukur serta dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab yang dapat meningkatkan kualitas madrasah. Semua itu dapat diwujudkan dengan sinergi kekompakan komponen warga madrasah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai langkah strategis, pada umumnya madrasah sebagai Lembaga Pendidikan harus sudah melek literasi. Budaya literasi atau budaya baca terhadap kondisi lingkungan harus tumbuh sedini mungkin pada anak didik dengan harapan menjadi karakter yang khas dan dapat menjadi budaya madrasah. Gerakan literasi sekolah merupakan suatu program terencana yang diusahakan oleh sekolah atau madrasah sebagai usaha penumbuhan karakter secara kolektif yang diharapkan dapat berdampak sampai ke lingkungan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya Sejak tahun 2015, pemerintah mengharapkan budaya literasi sudah menjadi rutinitas semua sekolah termasuk madrasah. dengan berbagai model dan strategi yang dilakukan sekolah/ madrasah. Kegiatan literasi dilungkungan sekolah/madrasah sangat mustahil dapat diwujudkan tanpa peran dan motivasi para pendidik dan lingkungan sekitar untuk mewujudkan sekolah/madrasah sebagai lingkungan literat. Imbas dari kebiasaan membaca akan berpengaruh pada minat baca siswa, sehingga target yang diharapkan bukan sekedar kemampuan membaca semata yang diharapkan bisa menggugurkan program melek aksara. Sekolah sebagai lingkungan literat hendaknya memperhatikan beberapa poin antara lain; (1) ciptakan lingkungan yang literat, dengan menghidupkan suasana yang membangun kebiasaaan membaca; (2) sikap mendukung dari warga sekolah khususnya guru dan staf sekolah sangat penting untuk menerima apapun ide-ide dari siswa sehingga siswa termotivasi untuk mengembangkan ide dari hasil membacanya; (3) membuat jadwal khusus untuk membaca, salah satu aspek yang perlu dihidupkan adalah bahwa membaca bukan dari meluangkan waktu tapi perlu membuat jadwal khusus jam wajib membaca yang mesti diterapkan setiap harinya diluar jam pembelajaran di kelas. (4) menyediakan sarana dan prasarana untuk membangun lingkungan dimana peserta didik dapat berliterasi dengan nyaman antara lain dengan menyuguhkan berbagai judul buku-buku bermutu yang sesuai dengan karakter dan minat siswa;</p>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan di pagi hari mendahului aktifitas PJJ di sekolah. Setelah berliterasi, peserta didik diberikan kebebasan mengekspresikan kemampuannya dengan melakukan presentasi singkat untuk menginformasikan hasil bacaan yang dilakukan sehingga menjadi informasi baru bagi peserta didik lainnya. Tahapan ini dikategorikan sebagai early literacy (literasi dini) dan basic literacy (literasi dasar) karena peserta didik diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki untuk mengambil informasi dari sumbernya. Pada tahap ini peserta didik sudah masuk dalam tahapan pembiasaan dimana siswa melakukan literasi sama seperti kegiatan early literacy namun sumber bacaan yang lebih terkoordinir.</p>
<p style="text-align: justify;">Tata cara pelaksanaan kegiatan literasi jelang akhir semester bukanlah suatu kendala yang berarti untuk siswa siswi MAN 4 jakarta. rangkaian kegiatan literasi yag mereka lakukan mulai dari memilih dan menentukan buku bacaan yang mereka minati, membaca dan memberikan penilaian terhadap buku yang dibacanya sampai kepada harapan yang tersirat dan tersurat setelah membaca dan memahami isi buku yang dibacanya. Merupakan aktivitas yang sudah menjadi rutinitas sejak awal semester. pada tahap ini juga peserta didik diberikan kebebasan untuk menenyampaikan hasil literasinya dengan melakukan presentasi singkat untuk menginformasikan seputar buku dan pengalamannya selama membaca kepada peserta didik lainnya. Kondisi ini memberikan tambahan keterampilan bagi peserta didik yaitu terbukanya wawasan peserta didik dan bertambahnya keterampilan yang mereka miliki sesuai dengan kapasitas masing masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu diakui bahwa strategi dan sarana pendukung merupakan salah satu faktor yang dapat menyukseskan program program kegiatan sekolah termasuk program literasi. Dimana guru mata pelajaran dapat menjadikan tahap pembelejaran ini menjadikan salah satu bentuk tagihan penilaian terhadap konsep konsep yang diajarkan sesuai komptensi dasar pada mata pelajaran. Jika kita hubungkan dengan pendidikan budi pekerti, manfaat yang memiliki keterkaitan dengan budi pekerti adalah dapat meningkatkan hubungan sosial, dapat meningkatkan empati seseorang, dan membantu kita berhubungan dengan dunia luar. Selain itu, gerakan literasi Sekolah tentu harus didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana yang memadai mendorong diadakannya kegiatan literasi kelas, atau sarana untuk mengekspresikan hasil literasi. membuat suatu program pagi untuk menyampaikan hasil literasi di panggung tersebut. Bila siswa sudah memiliki kebiasaan membaca, maka diharapkan kebiasaan itu akan menjadi kebutuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan literasi dilakukan di pagi hari secara serentak semua peserta didik di lapangan upacara sebagai aktivitas awal untuk menstimulus peserta didik menghadapi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) istilah yang saat ini dunakan sebagai pengganti istilah KBM.(Kegiatan belajar mengajar). Kegiatan tersebut dikoordinir oleh wali kelas yang dilakukan bergantian dengan kegiatan TTD (Tadarrus tahfizh dan dhuha) untuk memulai aktivitas yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik. Atau ada juga yang mengawali dengan dzikir pagidilanjutkan dengan kegiatan literasi 5 menit dengan memberikan kultum kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk menyampaikan materi terkait dengan tema yang dipilihnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian seputar budaya literasi yang dilakukan pagi hari oleh MAN 4 Jakarta. Sebagai aplikasi yang bisa kami jalankan dengan merujuk kepada petunjuk teknis dari kementerian pendidikan. Sebagai upaya menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di madrasah maupun masyarakat. Dengan harapan sanggup mengimbangi dan berkompetisi dengan arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui aktivitas literasi masyarakat sekolah.</p>
<h5 style="text-align: justify;">DAFTAR PUSTAKA</h5>
<p style="text-align: justify;">Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 4 ayat 5</p>
<p style="text-align: justify;">Undang-undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan pasal 1 dan 36</p>
<p style="text-align: justify;">Peraturan Pemerintah (PP) nomor 24 tahun 2014 tentang pelaksanaan UU nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 74</p>
<p style="text-align: justify;">Permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti bagian VI.</p>
<p style="text-align: justify;">Panduan gerakan literasi nasional tahun 2017</p>
<p style="text-align: justify;">SK Dirjen Pendis Kementerian Agama nomor 511 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah.</p>
<p> </p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-2 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:33.33%">
<p style="text-align: justify;"><strong>PROFIL PENULIS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nama: Rohmaniah, MA</p>
<p style="text-align: justify;">TTL: Jakarta, 5 Mei 1974</p>
<p style="text-align: justify;">Alamat: Jl Anggrek 1 A Rt10/03 no 35 Bintaro-Pesanggerahan Jakarta Selatan</p>
<p style="text-align: justify;">No HP: 087784365700</p>
<p>Email: <a href="mailto:rahmaniah.lantong@gmail.com">rahmaniah.lantong@gmail.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: inherit;">Mulai bertugas di MAN 4 Jakarta tahun  2016-2017 </span></p>



<figure class="wp-block-image size-large is-style-default"><img loading="lazy" decoding="async" width="573" height="607" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/WhatsApp-Image-2021-08-14-at-20.09.11.jpeg" alt="" class="wp-image-1815" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/WhatsApp-Image-2021-08-14-at-20.09.11.jpeg 573w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/WhatsApp-Image-2021-08-14-at-20.09.11-283x300.jpeg 283w" sizes="(max-width: 573px) 100vw, 573px" /></figure>
</div>



<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:66.66%">
<p style="text-align: justify;">Tugas yang pernah dijalani selama di MAN 4:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Guru mapel Qur&#8217;an hadis 2017-2020) dan Akidah Akhlak (2017-2021)</li>
<li>Pembimbing tahfiz (2017-2021)</li>
<li>Wali kelas:&nbsp; X, XI, XII Agama (2017-2020);&nbsp; X IPA 6 (2020-2021) ganjil;&nbsp; dan X Agama (2021-2022)</li>
<li>koordinator keputrian (2018-2020)</li>
<li>Tim literasi (2019-2020)</li>
<li>Koordinator Tim Literasi (2020-2021)</li>
<li>Pembina Eskul Marawis (2020-2021) genap</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Karya:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Buku antologi bersama IGI (Ikatan Guru Indonesia) yang bertema:</li>
</ol>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Antologi Cerpen &#8220;Hikmah Besar di Balik Pandemi&#8221;</li>
<li style="text-align: justify;">Tantangan Merdeka Belajar Era pandemi</li>
<li style="text-align: justify;">Antologi Puisi Cinta untuk Ibu &#8220;Engkaulah Nadi&#8221;</li>
<li style="text-align: justify;">Antologi Pentigraf &#8220;Di Antara Kita&#8221;</li>
</ul>
<ol style="text-align: justify;" start="2">
<li>Buku Antologi bersama Tim Literasi dan siswa siswi MAN 4 Jakarta:</li>
</ol>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Antologi Resensi&nbsp; &#8220;Bangkitkan Literasi Melalui Resensi&#8221;</li>
<li style="text-align: justify;">Antologi Puisi &#8221; Untaian Rasa Lewat Kata&#8221;</li>
<li style="text-align: justify;">Antologi Cerpen &#8221; Kreasi Fiksi di Saat Pandemi&#8221;</li>
</ul>
</div>
</div>



<hr class="wp-block-separator"/>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2021/11/24/pentingnya-budaya-literasi-pagi-bagi-siswa-di-masa-pandemi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TuMan TuSan dalam Teks Ulasan Film dan  Drama</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2021/11/24/tuman-tusan-dalam-teks-ulasan-film-dan-drama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2021 02:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<category><![CDATA[karya tulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=1811</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Lisnur Azizah ~ Menulis itu sebagai obat BT (baca bosan) Juga loh. Ada orang yang saat BT lihatin ikan peliharaannya, ada pula yang memandang bunga di pekarangan rumah, bahkan ada yang mancing walau kadang GA dapat hasil, kasihan deh. BT istilah anak gaul sekarang mana kala mengahadapi permasalahan yang tidak mampu diselesaikannya, BT bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh: Lisnur Azizah ~</em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;">Menulis itu sebagai obat <em>BT (baca bosan) </em>Juga loh. Ada orang yang saat <em>BT </em>lihatin ikan peliharaannya, ada pula yang memandang bunga di pekarangan rumah, bahkan ada yang mancing walau kadang GA dapat hasil, kasihan deh.</p>
<p style="text-align: justify;"><em style="font-size: inherit;">BT</em><span style="font-size: inherit;"> istilah anak gaul sekarang mana kala mengahadapi permasalahan yang tidak mampu diselesaikannya, </span><em style="font-size: inherit;">BT bukan</em><span style="font-size: inherit;"> hanya karena menunggu terlalu lama tapi juga akan muncul ungkapan tersebut saat menerima tugas dari gurunya.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai alasan muncul untuk tidak melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru, dari masalah… nulis dimana, …waktunya hanya sedikit,… bingung mau buat apa sampai yang paling <em>Afgan  (</em>baca sadis) yaaaa <em>BT </em> alias bosan. Alih &#8211; alih tidak mau mengerjakan, “ “namanya juga anak &#8211; anak” …jawab mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai guru cerdas, masa kalah sama siswanya, sesuai kesepakatan yang kami buat saat KBM berlangsung suatu hari,  munculah jurus pamungkas yaitu “kembali ke pasal satu”. Siswa yang mulai merajuk agar tidak kebablasan kita harus antisipasi. Teringatlah akronim “one day one ayat”, “one day one Juz” hemmmm terpikirlah untuk membuat akronim, tapi tidak kebarat-baratan karena jelas bukan orang barat , apa lagi istilah asing karena saya bukan orang asing. Gunakan akronim produk lokal saja ikuti gaya IGI dengan istilah <em>SAGU SABUnya, SAGU SATAB dan SAGU SANOV. </em>Jreng jreng saya gunakan istilah <em> TUMAN TUSAN </em>apa itu? “ Satu Teman Satu Tulisan” hemmmm gimana caranya? Ga usah merasa digurui  ya hanya berbagi pengalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Ide ini muncul saat membahas materi membuat teks ulasan film dan drama, siswa diharapkan mampu membuat teks ulasan film menggunakan bahasa jurnalis yang kreatif. Teknisnya setelah, dengan wajah ceria para siswa disuguhi tayangan sebuah film mereka didaulat untuk membuat satu teks ulasan. Mulai agak <em>manyun </em>neh anak, GA  apalah paling sebentar karena akan kita perkenalkan dengan teknis menulis TUMAN TUSAN.” Gimana caranya Bu” mulai <em>kepo </em>(baca: ingin tahu). Sambil menonton film para siswa diminta mencatat apa &#8211; apa yang menurut mereka penting sebagai bahan tulisan. Dari Identitas film, adegan menarik, ungkapan &#8211; ungkapan membumi, sampai pada design poster film,  juga tata suara dan pengambilan gambar. Semua catatan itu menjadi  bekal dikemudian hari kelak saat menulis.loh&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sekiranya bahan &#8211; bahan  bekal dianggap cukup kita mulai beraksi dengan <em>TUMAN TUSAN . </em>Siswa yang telah siap dengan kertas dan pena menuangkan, ide maksimal dua kalimat saja dalam jangka waktu lima menit dari setiap bagian struktur teks ulasan. Setelah lima menit silakan kertas masing &#8211; masing siswa diberikan pada teman sebelahnya dan siswa yang paling belakang menyerahkan pada siswa yang duduk di depan, setalah lima menit berlalu, dan begitu seterusnya sampai kepada masing &#8211; masing tulisan siswa kembali ke pemiliknya masing &#8211; masing. Tidak terasa dua kali empat puluh menit waktupun berlalu, semua berteriak “ tunggu Bu saya masih ada ide “ waahhh luar biasa dan setelah empat puluh lima menit pun tiba, tiga puluh tulisan siswa siap untuk dikoreksi.</p>
<p style="text-align: justify;">“ternyata nulis itu ngilangin <em>BT  </em>juga ya Bu” ahhh senangnya mendengar pernyataan indah itu “ lebay deh ibu” jawab anak &#8211; anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Yuuu coba TUMAN TUSAN.</p>
<p> </p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>PROFIL PENULIS</strong></p>



<div class="wp-block-image is-style-default"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="496" height="453" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/profil-kak-lisnur.jpg" alt="" class="wp-image-1812" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/profil-kak-lisnur.jpg 496w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/profil-kak-lisnur-300x274.jpg 300w" sizes="(max-width: 496px) 100vw, 496px" /></figure></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
