<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif &#8211; MAN 4 Jakarta</title>
	<atom:link href="https://man4jkt.sch.id/category/publikasi-ilmiah-dan-karya-inovatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://man4jkt.sch.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Sep 2024 03:36:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.5</generator>

<image>
	<url>https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/12/cropped-logo3-32x32.png</url>
	<title>Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif &#8211; MAN 4 Jakarta</title>
	<link>https://man4jkt.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lagi, Kulit Pisang Ganjar Tim Riset MAN 4 Jakarta Dengan Medali Emas Riset Internasional</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2024/09/03/lagi-kulit-pisang-ganjar-tim-riset-man-4-jakarta-dengan-medali-emas-riset-internasional/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2024/09/03/lagi-kulit-pisang-ganjar-tim-riset-man-4-jakarta-dengan-medali-emas-riset-internasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[webman4 jkt]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 03:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=5477</guid>

					<description><![CDATA[MAN 4 Jakarta Selatan (03/09/2024) &#8211; Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh tim riset MAN 4 Jakarta di ajang kompetisi riset International Science Project Competition 2024 di Malang. Tim yang terdiri dari Khansa Naira Baidillah sebagai ketua serta Almaravel Nathan Darsono dan Dhia Hiroyuki Prawira sebagai anggota tim berhasil meraih medali emas dalam ajang tersebut. Adapun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-left">MAN 4 Jakarta Selatan (03/09/2024) &#8211; Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh tim riset MAN 4 Jakarta di ajang kompetisi riset International Science Project Competition 2024 di Malang. Tim yang terdiri dari Khansa Naira Baidillah sebagai ketua serta Almaravel Nathan Darsono dan Dhia Hiroyuki Prawira sebagai anggota tim berhasil meraih medali emas dalam ajang tersebut. Adapun judul penelitian mereka adalah “Innovation of Dye Sensitized Solar Cell with Natural Material from Banana Peel Waste Carbon Nanomaterial as Counter Electrode”.</p>



<p class="has-text-align-left">Latar belakang penelitian mereka bermula dari bagaimana cara pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai produk yang bermanfaat. Di sisi lain, mereka juga ingin membuat sebuah sumber energi terbarukan yang memanfaatkan sinar matahari. Salah satunya adalah panel surya.</p>



<p class="has-text-align-left">Mereka menemukan bahwa komponen dari panel surya dibuat dari bahan yang mahal dan kelimpahannya terbatas. Sehingga mereka memiliki ide dengan memanfaatkan komponen yang murah dan ramah lingkungan yakni berbasis karbon. Sumber karbon yang digunakan dalam riset mereka adalah limbah kulit pisang. Selain itu, komponen lain yang mereka gunakan adalah pewarna dari kulit buah naga.</p>



<p class="has-text-align-left">Penelitian Khansa dan tim berlangsung selama 4 pekan dengan bimbingan Nugroho Wahyu Sumartono. Setelah dilakukan serangkaian pengujian, panel surya yang mereka buat berhasil menghasilkan energi listrik yang setara dengan berbagai penelitian serupa. Mereka bersyukur atas progres penelitian mereka dan berharap dapat dikembangkan kembali agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.</p>



<p class="has-text-align-left">Kompetisi International Science Project Competition (ISPC) 2024 merupakan event pameran riset internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) berkerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 29 Agustus – 02 September 2024 di Malang, Jawa Timur.</p>



<p class="has-text-align-left">Event ini diikuti oleh 163 tim yang terdiri dari 137 tim yang ikut secara daring dan 26 tim secara luring terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA sederajat dan perguruan tinggi se Indonesia dan beberapa negara lain seperti Filipina, Vietnam, Thailand, UEA, Korea Selatan, Rumania, Kazakhstan, dan Belarus</p>



<p class="has-text-align-left">Untuk tim riset MAN 4 Jakarta sendiri pemanfaatan kulit pisang sebagai media inovasi dan sekaligus riset ini bukan yang pertama. Sebelumnya pada ajang AISEEF 2024, tim riset MAN 4 Jakarta juga mendapatkan medali emas dengan penelitian yang menggunakan bahan baku kulit pisang sebagai pendeteksi boraks pada makanan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2024/09/03/lagi-kulit-pisang-ganjar-tim-riset-man-4-jakarta-dengan-medali-emas-riset-internasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simpel Aman Sebagai Bentuk Pelayanan Prima di MAN 4 Jakarta</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/11/22/simpel-aman-sebagai-bentuk-pelayanan-prima-di-man-4-jakarta/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/11/22/simpel-aman-sebagai-bentuk-pelayanan-prima-di-man-4-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2022 08:09:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[KTI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2578</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Aceng Solihin, S.Pd.I., M.A. ~ PENDAHULUAN  Latar Belakang Masalah Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mengamanatkan bahwa untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, dilakukan percepatan SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah (PP 95/2018, Bab VI, Pasal 62). Seiring dengan hal tersebut, MAN 4 Jakarta terus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Aceng Solihin, S.Pd.I., M.A. ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: center;"><strong>PENDAHULUAN</strong><strong> </strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Latar Belakang Masalah</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mengamanatkan bahwa untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, dilakukan percepatan SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah (PP 95/2018, Bab VI, Pasal 62). Seiring dengan hal tersebut, MAN 4 Jakarta terus berupaya meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan yang diberikan agar dapat berjalan secara transparan, akuntabel efektif dan efisien, baik layanan yang diberikan untuk internal MAN 4 Jakarta maupun layanan yang diberikan kepada publik. Salah satu upaya MAN 4 Jakarta untuk memenuhi upaya tersebut adalah dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam setiap layanan yang diberikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di MAN 4 Jakarta sudah dilakukan cukup lama sejak keberadaan Sistem Informasi Manajemen Akademik (SIMAK) pada tahun 2015. Walau sudah dimulai cukup lama akan tetapi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada SPBE di MAN 4 Jakarta masih dirasakan berjalan lambat terutama untuk percepatan pengesahan dan penerbitan dokumen yang masih dilakukan secara manual dengan tanda tangan basah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai bagian dari instansi pemerintah di bidang pendidikan, MAN 4 Jakarta sudah sepatutnya memberikan akses pelayanan yang cepat, mudah, nyaman, aman, dan menyenangkan bagi peserta didik, guru dan orang tua/wali, alumni, dan masyarakat luas yang membutuhkan pelayanan publik dalam bidang administrasi pendidikan. MAN 4 Jakarta dituntut untuk terus memberikan pelayanan yang prima.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai gambaran, dari data statistik MAN 4 Jakarta menunjukkan jumlah permintaan surat keluar untuk adimistrasi peserta didik, guru dan alumni tahun 2019 mencapai 5537 surat. Pada tahun 2020 meningkat hingga mencapai 5695 surat. Jika dirata-ratakan, permintaan pelayanan administrasi persuratan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) MAN 4 Jakarta mencapai 5616 surat pertahun. Jumlah permintaan adimistrasi persuratan yang sedemikian besar apabila tidak tertangani dengan baik maka dapat menimbulkan ketidakpuasan terhadap kinerja pelayanan PTSP MAN 4 Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Seiring dengan ditetapkannya MAN 4 Jakarta sebagai piloting Pembangunan Zona Integritas, sebagai kepala madrasah di MAN 4 Jakarta, penulis tertarik untuk melakukan pengelolaan administrasi persuratan, khususnya pada persuratan yang bersifat umum, baku, dan dimungkinkan bisa dilakukan secara mandiri oleh si pemohon pelayanan, baik peserta didik, guru, tenaga kependidikan, alumni, maupun masyarakat luas. Dengan layanan online dan mandiri, diharapkan pelayanan yang diberikan MAN 4 Jakarta dapat diberikan secara cepat, akurat, aman, nyaman, dan bebas dari gratifikasi.</p>
<p><strong>Baca Tulisan lengkap:</strong></p>
<p><a href="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/KTI_Aceng-Solihin_Simpel-Aman-Sebagai-Bentuk-Pelayanan-Prima-di-MAN-4-Jakarta.pdf" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img decoding="async" class="alignnone  wp-image-2590" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/pdf-logo.jpg" alt="" width="44" height="57" /></a> <em><a href="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/KTI_Aceng-Solihin_Simpel-Aman-Sebagai-Bentuk-Pelayanan-Prima-di-MAN-4-Jakarta.pdf" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Simpel Aman Sebagai Bentuk Pelayanan Prima di MAN 4 Jakarta</a></em></p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="751" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/bionarasi-pak-aceng-1-1024x751.png" alt="" class="wp-image-2591" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/bionarasi-pak-aceng-1-1024x751.png 1024w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/bionarasi-pak-aceng-1-300x220.png 300w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/bionarasi-pak-aceng-1-768x563.png 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/11/bionarasi-pak-aceng-1.png 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/11/22/simpel-aman-sebagai-bentuk-pelayanan-prima-di-man-4-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Pembelajaran dalam Al-Qur’an</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/06/17/strategi-pembelajaran-dalam-al-quran/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/06/17/strategi-pembelajaran-dalam-al-quran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2022 01:12:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[strategi pembelajaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2385</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Indrayanti Syafruddin  ~ A. Pendahuluan Pendidikan sebagai suatu upaya perbuatan sudah berlangsung sejak dahulu dan tidak diragukan lagi ekstensinya. Pendidikan telah mulai dilaksanakan sejak manusia hadir di muka bumi ini dalam bentuk pemberian warisan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dari para orang tua dalam mempersiapkan anak-anaknya menghadapi kehidupan dan masa depannya. Pendidikan bukanlah semata-mata merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh: Indrayanti Syafruddin  ~</p>
<hr />
<p><strong>A. Pendahuluan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan sebagai suatu upaya perbuatan sudah berlangsung sejak dahulu dan tidak diragukan lagi ekstensinya. Pendidikan telah mulai dilaksanakan sejak manusia hadir di muka bumi ini dalam bentuk pemberian warisan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dari para orang tua dalam mempersiapkan anak-anaknya menghadapi kehidupan dan masa depannya. Pendidikan bukanlah semata-mata merupakan upaya menyiapkan individu untuk dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, melainkan lebih diarahkan pada upaya pembentukan dan kesediaan melestarikan lingkungan dalam jalinan yang selaras.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidik yang profesional dituntut untuk dapat menampilkan keahliannya di depan kelas. Salah satu keahlian tersebut, yaitu kemampuan menyampaikan pelajaran kepada siswa. Untuk dapat menyampaikan pelajaran dengan efektif dan efisien, Pendidik perlu mengenal berbagai jenis strategi pembelajaran sehingga dapat memilih strategi manakah yang paling tepat untuk mengajarkan suatu bidang studi tertentu. Dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran, setiap pendidik dituntut untuk memahami benar strategi pembelajaran yang akan diterapkannya. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat berdampak pada tingkat penguasaan atau prestasi belajar peserta didik.</p>
<p><strong>B. Konsep Strategi Pembelajaran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos yang artinya suatu usaha untuk mencapai suatu kemenangan dalam suatu peperangan awalnya digunakan dalam lingkungan militer namun istilah strategi digunakan dalam berbagai bidang yang memiliki esensi yang relatif sama termasuk diadopsi dalam konteks pembelajaran yang dikenal dalam istilah strategi pembelajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengertian Strategi menurut Muhaimin Syah adalah dapat diartikan sebagai salah satu siasat atau rencana, banyak pandangan kata strategi dalam bahasa inggris dianggap relevan adalah kata <em>Approach</em> (pendekatan) <em>procedur</em> (tahapan kegiatan). Berdasarkan kata-kata diatas Strategi merupakan sejumlah langkah-langkah atau suatu tindakan yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran tertentu.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a> Sedangkan menurut Syaiful Bahri Jamaroh dalam bukunya yang berjudul “Strategi belajar Mengajar “ yaitu suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dala usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a>  Secara umum strategi mempunyai pengertian, suatu garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapa sasaran yang telah ditentukan. Bila dihubungkan dengan belajar mengajar strategi bisa diartikan sebagai suatu pola umm perbuatan pendidik peserta didik dalam manifestasi aktifitas pengajaran.<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><sup>[3]</sup></a> Pengertian strategi dalam hal ini menunjukkan karakteristik abstrak dari rentetan perbuatan pendidik murid.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>C. Strategi Pembelajaran dalam Perspektif Islam (Al-Qur’an )</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Al-Quran menggambarkan, ada dua cara Allah SWT mengajar manusia, yaitu: 1. Pengajaran langsung yang disebut wahyu / ilham. 2. Pengajaran tidak langsung. Cara yang terakhir ini berarti bahwa Allah mengajar manusia melalui media, yaitu fenomena alam yang Dia ciptakan. Allah menciptakan alam dan segala isinya serta hukum yang berlaku padanya. Alam menyimpan banyak rahasia ilmu pengetahuan. Tugas manusia untuk mempelajarinya sehingga menemukan sistem hukum alam tersebut yang selanjutnya dapat digunakan bagi kepentingan hidup manusia</p>
<p style="text-align: justify;">Maka pekerjaan ilmuan hanya mencari dan menemukan hukum atau teori yang Allah telah tentukan berlaku pada alam, bukan menciptakan hukum atau teori tersebut. Inilah makna Allah mengajar manusia melalui alam dan segala isinya.  Bagi kaum sekuler, ilmu itu dibentuk atas dasar fakta empiris atau indrawi tanpa menghiraukan sumbernya, yaitu Allah. Sedangkan dalam perspektif Islam, ilmu itu bersumber dari Allah , maka Dia menjadi pusat utama dalam pembelajaran dan penelitian. Mencari ilmu atau pengetahuan berarti mengkaji sifat-sifat Tuhan dan perbuatan-Nya yang terlukis pada sketsa alam, yang mesti disingkap oleh manusia dari berbagai rahasia alam.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak ayat al-Quran yang mendorong manusia agar mempelajari fenomena alam, seperti unta, angkasa, bumi, gunung (QS. Al-Ghasyiyah: 17-20).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ١٧  وَإِلَى ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ رُفِعَتۡ ١٨ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ١٩  وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ٢٠</strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="17">
<li><em> Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan ,18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan, 19. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan, 20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan</em><em>.</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mendapat Ilmu melalui <em>rasio</em>, misalnya dapat dilihat dalam QS. Al-Mu’minun: 12-16</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن طِينٖ ١٢  ثُمَّ جَعَلۡنَٰهُ نُطۡفَةٗ فِي قَرَارٖ مَّكِينٖ ١٣ ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ عَلَقَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ مُضۡغَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡمُضۡغَةَ عِظَٰمٗا فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَٰمَ لَحۡمٗا ثُمَّ أَنشَأۡنَٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحۡسَنُ ٱلۡخَٰلِقِينَ ١٤ ثُمَّ إِنَّكُم بَعۡدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ ١٥  ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تُبۡعَثُونَ ١٦</strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="12">
<li><em> Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah, 13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim),14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik, 15. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati,16. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ayat ini berbicara tentang embriologi dan penjelasan proses kejadian dan perjalanan hidup manusia. Ayat ini juga menggambarkan metode analogi (qiyas) untuk mendapatkan ilmu dan selanjutnya keyakinan, yaitu dengan membandingkan sesuatu yang lebih sulit dengan yang lebih mudah (qiyas awlawi). Jika Allah kuasa mengubah tanah menjadi manusia, maka tentu Dia lebih kuasa lagi mengumpulkan kembali sesuatu yang telah ada walaupun telah rusak.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendapatkan ilmu melalui <em>metode empiris</em>, dapat dilihat misalnya dalam berbagai ayat yang mendorong manusia memperhatikan fenomena alam, seperti QS. Ali ‘Imran: 137</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِكُمۡ سُنَنٞ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ١٣٧</strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="137">
<li><em> Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk mendapatkan pengetahuan yang benar dan konsisten, kajian <em>empiris </em>perlu dianalisis dengan penalaran rasional, dan penalaran rasional perlu didasarkan atas pengalaman empiris.  Al-Quran mengajarkan bahwa, empiris dan penalaran rasional mesti dikombinasikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut perspektif al-Quran, pengetahuan tidak hanya didapatkan melalui empiris atau pengalaman indrawi serta penalaran rasional semata, tetapi juga bisa didapatkan melalui ilham.  Bahkan menurut Imam al-Ghazali, ilham merupakan jalan pengetahuan yang benar, ia dapat mengantarkan manusia kepada ‘ilmal yaqin, yaitu sesuatu yang diketahui yang tidak lagi mengandung keraguan. Untuk mendapatkan pengetahuan melalui ilham (al-ta’allum al-rabbani) adalah ditempuh dengan jalan mujahadah dan riyadhah, yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada tiga prinsip yang mesti diimplementasikan dalam proses pembelajaran (menurut Ishaq Ahmad Farhan):1. Semua ciptaan ini mempunyai tujuan. 2. Prinsip kesatuan baik alam, manusia, maupun kehidupan. 3 Prinsip keseimbangan (al-ittizan) Sepantasnya kurikulum dan silabus disusun berdasarkan prinsip tersebut. Ia perlu menggambarkan kepada siswa, bahwa segala yang ada ini diciptakan mempunyai tujuan, terbentuk dalam suatu kesatuan yang tidak terpisahkan serta keseimbangan. Ini akan menghasilkan output yang menghargai lingkungan dan menghormati sesama. Abduh mengatakan, “Apabila orang sudah terdidik, maka ia akan mencintai dirinya demi kecintaannya kepada orang lain, dan ia akan mencintai orang lain demi kecintaannya terhadap dirinya sendiri”.</p>
<p style="text-align: justify;">Terjadinya proses belajar tidak selalu harus ada orang yang mengajar. Kegiatan belajar tak dapat diwakili orang lain, harus dialami sendiri oleh si belajar. Mengajar merupakan upaya untuk membuat orang lain belajar. Peran utama (dosen/pendidik, tutor, Instruktur) adalah menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar pada si belajar. Pendekatan Pembelajaran berpusat pada Dosen (<em>Teacher Centered Approach</em>) Pendekatan Pembelajaran berpusat pada Mahasiswa (<em>Student Centered Approach</em>). Saling Berinteraksi Saling membantu Semua saling berbicara Asyik dengan apa yang dikerjakan Berbagi materi Saling bertanya/ menjawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut M. Nasir Budiman ada tujuh pendekatan umum yang dapat digunakan dalam pembelajaran dalam sistem pendidikan Islam, baik untuk ilmu fardhu ain maupun untuk ilmu fardhu kifayah, yaitu:<a href="#_ftn4" name="_ftnref4">[4]</a></p>
<p>a. Pendekatan <em>rasional</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pembelajaran menurut pendekatan ini harus mengikuti tingkat perkembangan pikiran anak di mulai dari yang konkrit kemudian baru diberikan hal-hal yang abstrak. Pembuktian suatu kebenaran dimulai dari hal-hal sederhana sampai kepada hal-hal yang kompleks. Keburukan dan kebaikan dari suatu prilaku perlu dijelaskan. Dalam al-Quran banyak didapati ayat yang menyuruh manusia untuk menggunakan akalnya, seperti sebutan kata <em>‘ibrah, ‘aqlun, fikrun, zikrun, nadharun, tara</em> dan lain-lain. Misalnya yang terdapat dalam surat al-Nazi’at ayat 26:</p>
<p style="text-align: justify;"> <strong>إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبۡرَةٗ لِّمَن يَخۡشَىٰٓ ٢٦</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya)</em></p>
<p style="text-align: justify;">maknanya orang-orang yang berakallah yang dapat menjadikan cerita itu sebagai suatu pelajaran</p>
<p>b. Pendekatan <em>emosional</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang orang tergugah perasaannya. Untuk dapat tergugah perasaan sebagai sebuah respon maka diperlukan stimulus yang tepat. Stimulus dapat berupa verbal seperti cerita, sindiran, pujian, ejekan, berita, dialog, anjuran, perintah, larangan dan sebagainya. Sedangkan yang non verbal adalah berupa prilaku dan sikap pendidik yang dapat ditiru oleh anak. Al-Quran menampilkan beberapa cerita atau keadaan yang dapat mengugah jiwa manusia seperti cerita tentang para Nabi dan juga cerita tentang keadaan manusia yang sudah mendapatkan azab Allah atas keingkarannya, seperti cerita pada saat terjadi huru- hara qiamat, mahsyar, syurga dan neraka. Cerita-cerita ini dapat mengugahkan jiwa orang-orang yang beriman kepada yang ghaib ini.</p>
<p>c. Pendekatan <em>fungsional</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan ini mengedepankan fungsi atau kegunaan dari sebuah disiplin ilmu. Anak dapat merasakan manfa’at dari sebuah ilmu baik manfa’at langsung yang diterima berupa materi atau yang non materi seperti kepuasan jiwa akibat dari mengamalkan atau menghindari diri dari suatu perbuatan. Al-Quran dalam surat al-Jatsiyah ayat 13 menyebutkan:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مِّنۡهُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ١٣</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ayat di atas memberikan makna bahwa manusia dengan ilmu yang dimilikinya dapat menfungsikan alam ini untuk kesejahteraan hidupnya.</p>
<p>d. Pendekatan pengalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman adalah pendidik yang terbaik. Ungkapan ini juga tepat untuk materi-materi tertentu, keterampilan tertentu atau prilaku-prilaku tertentu dalam pembelajaran. Penjelasan yang bersifat verbal tidak mampu memberikan kesan yang baik dan lama terhadap anak, sehingga ia merasakan hal tersebut. Untuk melaksanakan pendekatan ini anak dapat diperintahkan untuk melaksanakan sesuatu atau berada di suatu tempat sehingga ia merasakan situasi tersebut. Pendekatan ini berpendapat belajar adalah kenyataan yang ditunjukkan dengan kegiatan fisik. Al- Quran dalam surat al-Kahfi dari ayat 70 – 82 memberi contoh ( kisah Nabi Musa as. yang belajar ke Nabi Khaidir as.)</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan pengalaman yang berbentuk bathin adalah seperti anak diajak untuk beri’tiqap, bertafakkur, bermunajad kepada Allah SWT dan lain-lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan seperti ini dapat memberikan ketengan jiwa hanya bagi orang yang melaksanakannya.</p>
<p>e. Pendekatan keterampilan proses.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan keterampilan proses adalah suatu pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. Pembelajaran ini menekankan pada aktivitas siswa dan pemahaman yang menyeluruh. Pendidik harus menciptakan bentuk-bentuk kegiatan pembelajaran yang prosedural artinya mengikuti tahap demi tahap dan juga bervariasi agar siswa terlibat dalam berbagai proses. Siswa diminta untuk merencanakan, melaksanakan dan menilai suatu kegiatan, prilaku atau sikap. Jika dikaitkan dengan akhlak atau sikap atau karakter bahwa kebenaran yang diperoleh melalui tahap-tahap proses pembelajaran di sekolah akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat lainnya secara terus menerus antar kelompok atau generasi yang tidak putus-putusnya. Dala al-Quran Allah mengumpamakan pendekatan ini dalam surat al-Nur ayat 35 :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>۞ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشۡكَوٰةٖ فِيهَا مِصۡبَاحٌۖ ٱلۡمِصۡبَاحُ فِي زُجَاجَةٍۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوۡكَبٞ دُرِّيّٞ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٖ مُّبَٰرَكَةٖ زَيۡتُونَةٖ لَّا شَرۡقِيَّةٖ وَلَا غَرۡبِيَّةٖ يَكَادُ زَيۡتُهَا يُضِيٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٞۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٖۚ يَهۡدِي ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَ لِلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ٣٥</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> <em>Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya adalah laksana satu tanglung yang di dalamnya ada pelita, dan pelita itu terletak dalam kaca, dan kaca itu laksana bintang yang seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak pohon kayu yang diberkati, yaitu minyak zaitun, yang bukan keluaran timur dan bukan keluaran barat, yang minyaknya hampir selalu menerangi kalaupun tidak disentuh api; nur di atas Nur. Allah memimpin kepada nurNya kepada barangsiapa yang dikehendakiNya. Dan Allah mengadakan berbagai perumpamaan untuk manusia. Dan Allah Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu (</em>35).</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat ini menggambarkan bahwa untuk dapat menghasilkan sebuah misykat (tanglung) memerlukan proses yang panjang yang saling berkaitan. Begitu juga untuk menghasilkan seorang anak didik yang beriman, berilmu, dan memiliki keterampilan tertentu memerlukan kepada tahap-tahap tertentu dan pada setiap tahap itu memiliki proses yang tersendiri sehingga melahirkan seseorang yang dapat memberikan manfaat yang besar kepada orang lain, sebagaimana Allah sebutkan seperti pelita yang dapat menyinari jalan hidup manusia.</p>
<p>f. Pendekatan pembiasaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan ini dilaksanakan dengan cara menyuruh dan membiasakan anak melaksanakan sesuatu yang baik bersama orang-orang yang selalu mengerjakannya (konsisten), seperti mendirikan shalat, berpuasa, membayar zakat dan lain-lain. Dalam surat al-Baqarah ayat 43 Allah berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ ٤٣</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah besama orang-orang yang ruku’ </em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Perintah 1ruku’lah bersama orang-orang yang selalu ruku’ kepada Allah menunjukkan bahwa anak didik harus selalu berada dalam lingkungan orang yang shalih, sehingga ia tidak terpengaruh dengan sifat-sifat yang tidak baik.</p>
<p>g. Pendekatan keimanan dan klarifikasi nilai.</p>
<p style="text-align: justify;">Klarifikasi nilai merupakan suatu pendekatan yang dapat membantu anak didik dalam memilih nilai-nilai yang akan dianutnya. Yang harus dipahami di sini adalah cara pengambilan nilai itu sediri, bukan pada kedudukan nilai baik atau buruknya. Karena jika sebuah nilai itu baik atau benar, maka itu adalah benar atau baik secara metodologist. Hal ini sangat penting untuk diketahui, karena siapapun dapat mengatakan bahwa nilai itu baik atau tidak baik. Oleh karena itu sangat penting untuk diketahui cara pengambilan nilai atau hukum. Kebenaran yang hakiki (sesungguhnya) hanya ada di sisi Allah dan RasulNya</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PENUTUP</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari uraian pemaparan diatas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Dalam pembelajaran dengan menggunakan Strategi dan Metode pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan baik.</li>
<li>Al-Quran menggambarkan, ada dua cara Allah SWT mengajar manusia, yaitu: 1. Pengajaran langsung yang disebut wahyu / ilham. 2. Pengajaran tidak langsung</li>
<li>Isyarat al-Quran dalam mendapatkan Pendidikan melalui Rasio , empirsi dan ilham serta pendekatan- pendekatan yang dilakukan dalam melaksanakan stratgi pembelajaran</li>
</ul>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Muhibbin Syah, <em>Psikologi Pendidikan</em>, Bandung: Logos, 1995, hal. 215</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> Syaiful bahri Jamaroh dan Azwan zen, <em>Strategi Belajar Menghafal</em>, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996, hal. 5</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref3" name="_ftn3">[3]</a> Rohali, <em>Pengelolaan Pengajaran</em>, Jakarta: Rineka Cipta, 1995, hal. 31</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref4" name="_ftn4">[4]</a> M. Nasir Budiman<em>. Pendidikan dalam Perspektif al-Quran</em>. Jakarta, Madani Press, Cet. I, 2001. hal.132.</p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="size-large wp-image-2390 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/06/indrayanti-1024x751.png" alt="" width="640" height="469" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/06/indrayanti-1024x751.png 1024w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/06/indrayanti-300x220.png 300w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/06/indrayanti-768x563.png 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/06/indrayanti.png 1500w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>


<hr class="wp-block-separator"/>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/06/17/strategi-pembelajaran-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sahur on The Road : Masih Perlukah?</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/19/sahur-on-the-road-masih-perlukah/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/19/sahur-on-the-road-masih-perlukah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2022 04:20:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2229</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Tri Wibowo Cahyadien ~ Memasuki hari ke-17 Ramadhan pada tahun 2022 Masehi, mengingatkan kembali pada fenomena di masyarakat terutama di kalangan remaja yaitu mengadakan kegiatan Sahur on The Road. Ya, fenomena membagi – bagikan makanan kepada fakir miskin yang ditemui di sepanjang jalan, dilakukan secara berkelompok dan konvoi kendaraan dengan jumlah tertentu merupakan hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Tri Wibowo Cahyadien ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: justify;">Memasuki hari ke-17 Ramadhan pada tahun 2022 Masehi, mengingatkan kembali pada fenomena di masyarakat terutama di kalangan remaja yaitu mengadakan kegiatan <em>Sahur on The Road</em>. Ya, fenomena membagi – bagikan makanan kepada fakir miskin yang ditemui di sepanjang jalan, dilakukan secara berkelompok dan konvoi kendaraan dengan jumlah tertentu merupakan hal yang jamak terjadi dan mudah ditemui saat Bulan Ramadhan seperti saat ini. Fenomena <em>Sahur on The Road</em> sendiri identik pula diselenggarakan oleh komunitas tertentu, seperti komunitas almamater sekolah, komunitas otomotif/ motor, komunitas profesi dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Esensi <em>Sahur on The Road</em> pada dasarnya adalah berbagi terhadap sesama. Berbagi terhadap sesama, membangun kepedulian sosial, di sisi lain juga bernilai sedekah dan ibadah. Dari sisi kebersamaan dalam kelompok juga memberikan nilai lebih tersendiri seperti kesolidan, kekompakan dan eksistensi di masyarakat. Namun, nilai positif yang terdapat dalam kegiatan ini, seolah memudar oleh sikap – sikap tidak terpuji yang akhir – akhir dapat terlihat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini memiliki perannya masing – masing dalam melemahkan nilai positif dari kegiatan <em>Sahur on The Road</em>. Ditelisik lebih lanjut, pihak &#8211; pihak yang selalu identik dengan <em>Sahur on The Road</em> dapat diindentifikasi menjadi 2 pihak yaitu penyelenggara/ partisipan dan fakir miskin/ dhuafa yang ditemui di jalan.</p>
<p style="text-align: center;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2230 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/Capture-shr-1.jpg" alt="" width="371" height="279" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/Capture-shr-1.jpg 371w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/Capture-shr-1-300x226.jpg 300w" sizes="(max-width: 371px) 100vw, 371px" /><em style="font-size: inherit;">Gambar 1: Salah satu bentuk aksi vandalisme peserta Sahur on The Road (Sumber TMC Polda Metro Jaya)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Yang pertama, dilihat dari aspek penyelenggara/ partisipannya. Pada dasarnya, pelaksanaan <em>Sahur on The Road</em> banyak memiliki nilai positif di dalamnya. Namun, akhir – akhir ini, penyelenggaraannya ternodai oleh sikap – sikap tidak terpuji dari partisipannya seperti berkonvoi berkelompok dengan cara menutup sebagian jalan, pelanggaran rambu lalu lintas, berhenti mendadak. Kadang disertai pula dengan aksi vandalisme di fasilitas umum, selain itu, kadang dijumpai pula oknum partisipan <em>Sahur on The Road</em> ini membawa dan meledakkan petasan selama kegiatan berlangsung, membawa senjata tajam dan bertindak provokatif terhadap komunitas lain yang ditemui di jalan. Tindak provokatif ini tidak jarang pula menimbulkan perkelahian (baca: tawuran) antar komunitas yang terlibat <em>Sahur on The Road</em> tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang kedua, dilihat dari aspek sasaran kegiatan ini, yaitu fakir miskin/ dhuafa. Fenomena kemunculan fakin miskin/ dhuafa yang disebut manusia gerobak jamak terjadi saat Bulan Ramadhan. Seolah tidak ingin ketinggalan momen Ramadhan, kehadirannya menjamur dan mudah ditemui. Seperti diketahui bahwa momen bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, bulan peningkatan ibadah umat Islam, baik ibadah dalam bentuk ritual religius maupun dalam bentuk membangun hubungan dan kepedulian terhadap sesama.</p>
<p style="text-align: center;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2231 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/Capture-shr-2.jpg" alt="" width="308" height="307" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/Capture-shr-2.jpg 308w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/Capture-shr-2-300x300.jpg 300w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/Capture-shr-2-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 308px) 100vw, 308px" /><em>Gambar 2: manusia gerobak (sumber: https://www.suara.com/foto/2020/04/23/153636/jelang-bulan-puasa-manusia-gerobak-bermunculan-di-jakarta)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kemunculan manusia gerobak, akan makin mudah ditemui pada saat Ramadhan. Hal ini disebabkan dari segi jumlahnya yang meningkat (adanya manusia gerobak dadakan) dan di sisi lain, manusia gerobak seolah menjadi tidak malu – malu menampakkan dirinya di sepanjang jalan jelang sore hingga sahur. Tentunya hal ini dilakukan untuk memperoleh rezeki tambahan selama bulan Ramadhan. Namun, kemunculannya tentu memberikan dampak yang kurang nyaman bagi siapapun yang menemuinya. Seperti kemunculan manusia gerobak di trotoar atau di pinggir jalan membuat jalan – jalan di kota menjadi terlihat kumuh, semrawut dan tentunya juga menambah kemacetan pada saat tertentu seperti jam pulang kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan <em>Sahur on The Road</em> yang dilaksanakan secara berkelompok, beriringan/ konvoi dengan target sasaran manusia gerobak tentu menjadi lebih banyak mudharatnya karena banyak memunculkan hal tidak tepat di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan kepedulian terhadap sesama seperti <em>Sahur on The Road</em> bijaknya dialihkan melalui lembaga penyelenggara layanan zakat, panti asuhan atau panti werda, masjid di tempat terpencil dan sebagainya. Hal ini tentunya untuk mengantisipasi/ meminimalisir dampak negatif yang kerap melekat dalam <em>Sahur on The Road</em>. Bukankah niat baik membantu sesama selama bulan Ramadhan harus memberikan dampak positif pula kepada masyarakat? Jangan sampai niat baik membantu sesama justru dicederai oleh rasa “kebanggaan kelompok” yang cenderung destruktif dan menghilangkan nilai – nilai kepedulian terhadap sesama pula.</p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="724" height="1024" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-724x1024.jpg" alt="" class="wp-image-2097" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-724x1024.jpg 724w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-212x300.jpg 212w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-768x1087.jpg 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-1086x1536.jpg 1086w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001.jpg 1241w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/19/sahur-on-the-road-masih-perlukah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hikmah dibalik Pandemi</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/14/hikmah-dibalik-pandemi/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/14/hikmah-dibalik-pandemi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2022 05:03:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2219</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Raliyanti ~ Tak ada yang menginginkan suatu musibah datang menghampiri. Tentunya tak ada pula orang yang mau mengalami kesusahan, kesedihan juga kesengsaraan. Setiap orang mendambakan kehidupan tanpa rintangan. Selalu berdoa untuk kebahagiaan dunia akhirat bersama orang-orang yang dikasihi. Namun jika musibah itu terjadi maka tak ada yang dapat untuk menghindar. Berbagai sikap muncul pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Raliyanti ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: justify;">Tak ada yang menginginkan suatu musibah datang menghampiri. Tentunya tak ada pula orang yang mau mengalami kesusahan, kesedihan juga kesengsaraan. Setiap orang mendambakan kehidupan tanpa rintangan. Selalu berdoa untuk kebahagiaan dunia akhirat bersama orang-orang yang dikasihi. Namun jika musibah itu terjadi maka tak ada yang dapat untuk menghindar. Berbagai sikap muncul pada diri manusia dalam menghadapi ini. Ada yang meratap, mengeluh, sabar hingga berpasrah diri, diam dalam doa dan semakin mendekatkan diri pada Sang pencipta. Allah berfirman, <em>“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah SWT.” (Q.S. Al-Hadid:22)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Corona Virus Disease 19 atau yang lebih dikenal dengan nama virus Corona atau Covid-19 mulai mewabah di Indonesia pada maret 2020. Awal diketahui penyakit ini ada di Indonesia, yaitu dari terdeteksinya dua warga negara Indonesia yang terpapar virus ini. Mereka tertular dari warga Jepang yang terpapar namun baru terdeteksi penyakitnya ketika warga Jepang itu ke Malaysia. Setelah itu tak tahu bagaimana, tiba-tiba saja virus ini sudah menular ke siapa saja. Dari satu orang, dua orang kemudian bertambah banyak lagi yang terpapar hingga mencapai ribuan orang. Sungguh sangat cepat penularannya. Mengejutkan semua orang. Tentunya banyak yang belum siap menghadapi dan bingung menyikapi awal virus ini mewabah. &nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Virus ini sendiri berasal dari Kota Wuhan, Cina. Sejak akhir tahun 2019 masyarakat Wuhan berjuang melawan wabah ini. Banyak korban berjatuhan dan kota itu pun akhirnya di <em>lock down</em>. Semua aktivitas dibatasi dan warganya tidak diizinkan untuk keluar rumah. Pemerintah bersama tenaga kesehatan dengan sigap, bahu membahu menangani wabah yang melanda.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu banyak berita simpang siur yang menceritakan asal muasal munculnya virus ini. Ada yang mengatakan bahwa virus ini berasal dari hewan kelelawar, dari kebocoran laboratorium hingga adanya konspirasi. Entah berita mana yang bisa dipercaya. Berita-berita tersebut beredar begitu saja dengan mudahnya di dunia maya. Membuat orang-orang semakin resah dan ketakutan. Namun satu hal yang pasti, virus ini nyata adanya. Dimana virus ini menyerang orang-orang yang lemah imunitas di tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berita terpapar sembuh, terpapar pergi silih berganti terdengar. Sedih? Ya. Sangat sedih. Apalagi melihat orang-orang yang dikasihi dan&nbsp; orang-orang yang kita kenal juga ikut terpapar. Ada yang sembuh dan ada pula yang kembali ke ilahi. Benar-benar jahat sekali virus ini. Merenggut keceriaan orang-orang yang dikasihi. Menghancurkan segala harapan yang telah dirajut. Air mata pun sudah sulit mengalir. Hanya dapat berpasrah diri menjalani hari demi hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran virus ini bukan hanya merenggut nyawa kehidupan. Namun upaya untuk kelangsungan hidup pun direnggut. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan karena putus hubungan kerja secara massal. Usaha yang meredup sehingga tak ada pemasukan keuangan. Perekonomian negara pun menjadi lesu.&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun kini beberapa sektor perekonomian mulai menggeliat, namun duka masih belum hilang juga. Kesuraman hidup, hati dan perasaan masih dirasakan.&nbsp;&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai ikhtiar untuk mengakhiri pandemi ini,&nbsp;Pemerintah sudah berkali-kali menerapkan pembatasan kegiatan pada masyarakat. Istilahnya pun berganti-ganti yang intinya merujuk pada pembatasan gerak masyarakat dalam melakukan kegiatan di luar rumah. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Transisi PSBB, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, hingga PPKM empat level. Melarang masyarakat untuk mudik pada hari libur dan hari raya besar, pembatasan hingga pelarangan kegiatan di tempat-tempat ibadah.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu ada juga pemberlakuan aktivitas pekerjaan kantor. Di tempat-tempat kerja diberlakukan <em>Work from Home</em> <em>(WFH)</em> dan <em>Work from Office </em><em>(WFO)</em>. Dengan bergantian-gantian masuk kerja di lokasi kantor setiap harinya dan sebagiannya lagi bekerja dari rumah saja.&nbsp; Melaksanakan protokol kesehatan di tempat kerja dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan pada sektor pendidikan, pembelajaran juga dilakukan dari rumah. Bisa melalui internet dengan menggunakan aplikasi e-learning atau media pembelajaran lain yang memangkas intensitas pertemuan langsung antara guru dengan siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah juga terus menghimbau masyarakat untuk menjalankan Protokol kesehatan. Memakai masker, Mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, menjauhi kerumunan dan tak lupa juga untuk selalu memanjatkan do&#8217;a. Selain itu masyarakat juga diberikan vaksinasi untuk kesehatan.&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Kedukaan dan kesuraman akibat pandemi memang masih dirasakan. Namun roda kehidupan terus berputar.&nbsp;Matahari masih terbit dari timur, ayam jantan masih berkokok ditiap pagi dan kicau burung masih bersenandung menyambut hari. Seperti biasanya, seperti tidak terjadi apa-apa. Seolah makhluk virus kecil itu seperti tak ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun pandemi telah membuat ritme kehidupan manusia berubah.&nbsp;&nbsp;Banyak hal yang terjadi pada manusia. Pandemi mengubah pandangan hidup, kecakapan dan kemampuan manusia. Baik dalam menjaga diri, menghibur diri dan meningkatkan kemampuan diri. Menjadikan dirinya menjadi manusia yang berkualitas. Dari kesuraman ada cahaya, di balik pandemi ada hikmah yang didapat.</p>
<p style="text-align: justify;">Hikmah merupakan makna atau pelajaran. Apa pun yang terjadi pada diri manusia hendaknya manusia dapat memetik hikmahnya. Hikmah laksana cahaya yang memberikan penerangan pada pikiran. Membuat setiap orang dapat hidup dengan tenang bila dapat menariknya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa hikmah di balik pandemi yang bisa kita ambil, di antaranya:</p>
<p><em>1. Lebih Rajin Beribadah</em></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin saat ini manusia harus semakin berpikir. Wabah yang melanda bagi seseorang yang beragama seharusnya menjadikannya semakin lebih dekat kepada sang pencipta. Menyadari bahwa betapa besarnya sang Khaliq. Bahwa Allah&nbsp; berkuasa atas hidup matinya makhluk ciptaanNya. Pandemi menyadarkan semua orang bahwa sebenarnya hidup matinya manusia itu tak berjarak. Manusia hanyalah makhluk yang lemah. Menyadarkan akan kesombongan yang pernah diagung-agungkan seolah manusia dapat menciptakan dan berbuat apa pun di dunia ini. Manusia menciptakan berbagai macam alat teknologi, segala urusan kehidupan menjadi semakin mudah. Namun mereka lupa bahwa akal pikiran yang digunakan untuk menciptakan alat tersebut sumbernya dari Allah Sang Pencipta. Kehadiran makhluk virus kecil merupakan suatu peringatan bahwa sebenarnya manusia masih belum bisa menyaingi sang pencipta. Virus Covid sudah membuat manusia di seluruh dunia tak berdaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu, hikmah terbaiknya dalam diri manusia beragama adalah semakin giat beribadah, berdoa dan berbuat amal kebajikan. Beribadah dengan penuh ikhlas, mengingat kematian, menjadi lebih memiliki kepedulian dan empati terhadap orang lain. Membantu siapa pun yang kesusahan karena pada saat ini banyak orang yang sedang sangat memerlukan.</p>
<p><em>2. Menjaga Kebersihan</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum pemerintah menganjurkan untuk menjalankan protokol kesehatan yang di antaranya mencuci tangan, di dalam islam sudah memerintahkan umatnya untuk rajin mencuci tangan. Terutama sebelum makan atau memegang sesuatu. Umat islam juga dianjurkan untuk bersuci dan berwudhu terutama pada saat akan sholat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Kebersihan merupakan kunci dari terhindarnya berbagai penyakit. Rajin mencuci tangan dengan air bersih dan mengalir dapat menghindarkan manusia dari terpaparnya kuman penyakit yang menempel di tangan. Untuk itu manusia semestinya harus mengutamakan menjaga kebersihan untuk diri dan lingkungan.</p>
<p><em>3. Menguasai Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Menjaga jarak dan membatasi aktivitas sosial bukanlah suatu kesalahan bersosialisasi pada saat ini.&nbsp;Dengan terbatasnya aktivitas secara langsung bukan berarti tak dapat beraktivitas secara virtual. Pengalihan kegiatan secara virtual ini membuat orang harus menguasai alat teknologi, informasi dan komunikasi. Penggunaan komputer atau gawai dan aplikasinya menjadi syarat utama baik itu untuk bekerja, mengajar dan belajar. Dengan adanya pandemi ini mau tidak mau harus melek Informasi dan Teknologi (IT). Menjadi bisa karena keadaan yang memaksa.&nbsp;</p>
<p><em>4. Kesadaran Menuntut Ilmu</em></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah bekerja, <em>kegabutan</em> pun melanda. Pada masa pandemi ini banyak sekali kegiatan webinar-webinar yang diadakan. Ada yang berbayar ada pula yang gratis. Kesempatan mengikuti terbuka luas, tinggal dari pribadi orang tersebut apakah mau atau tidak mengupgrade diri.&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Internet membuat seolah tak ada jarak lagi antara orang yang satu dengan yang lain di seluruh penjuru negeri. Berbagai macam kegiatan positif yang tersebar dapat diikuti. Belajar dan berbagi ilmu lebih mudah dan banyak manfaatnya. Seolah surganya ilmu pengetahuan tinggal dipetik.</p>
<p><em>5. Menjadi Guru Kreatif</em></p>
<p style="text-align: justify;">Semakin dekat dengan IT semakin penasaran untuk mencoba berbagai aplikasi yang ada. Di antaranya aplikasi yang digandrungi generasi muda sekarang. Contohnya Youtube. Banyak pengguna baru Youtube yang muncul pada masa pandemi. Terutama dikalangan guru. Ada guru yang menjadi youtuber dadakan karena mengajar secara daring. Video pembelajaran yang telah dibuat di<em>upload</em> di aplikasi Youtube untuk memudahkan peserta didik dalam belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan untuk memberikan pembelajaran normal di masa <em>new</em> normal ini mendorong banyak guru untuk lebih kreatif. Belajar aplikasi video untuk membuat materi pelajaran merupakan salah satu cara untuk mentransfer ilmu pengetahuan. Materi yang diberikan lebih mengena dan sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian dibagikan melalui aplikasi komunikasi, aplikasi youtube atau aplikasi apa saja yang memudahkan siswa untuk mengakses. Pandemi menjadikan guru semakin kreatif.</p>
<p>6. Bercocok tanam</p>
<p style="text-align: justify;">Bercocok tanam juga menjadi pilihan kegiatan di masa pandemi.&nbsp; Tiba-tiba saja demam bercocok tanam melanda. Tak peduli di lahan luas atau di lahan sempit. Aktivitas ini mengisi hari-hari pada masa pandemi. Hingga saat ini semakin banyak yang peduli untuk menghijaukan lahan rumah mereka. Bahkan ada yang sudah&nbsp; panen dan merasakan hasil dari jerih payahnya bercocok tanam.</p>
<p style="text-align: justify;">Di satu sisi, banyaknya minat dalam bercocok tanam membuat melonjaknya harga tanaman berikut kelengkapan media tanamnya. Membuat perekonomian di bidang ini menggeliat naik. Di saat pendapatan masyarakat mengalami penurunan, justru di bidang pertanaman ini para pedagang bertambah rezekinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, dengan keharusan setiap orang untuk selalu berdiam diri di rumah dan melakukan kegiatan bercocok tanam, menyebabkan kurangnya polusi udara. Kurangnya aktivitas di luar rumah membuat udara menjadi lebih segar, sehat dan bersih.</p>
<p style="text-align: justify;">Pandemi memang masih melanda penjuru negeri. Hingga saat ini masih belum dapat diprediksi kapan musibah ini akan berakhir. Segala kedukaan yang dirasakan semoga tidak menjadikan manusia frustasi dan berputus asa. Bersabar dalam menghadapi musibah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT merupakan jalan terbaik untuk kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikhtiar yang telah dilakukan semoga juga akan berbuah manis. Kita masih berharap akan hadirnya obat untuk memberikan kesembuhan bagi mereka yang terpapar. Harapan yang lebih besar tentunya putusnya mata rantai penyebaran virus ini. Sehingga tak ada lagi orang yang terpapar dan dunia ini benar-benar bersih dari penyakit ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan sungguh akan kami berikan ujian atau cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.” (Q.S. Al-Baqarah: 155)</em></p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="751" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-raliyanti-1024x751.png" alt="" class="wp-image-2220" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-raliyanti-1024x751.png 1024w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-raliyanti-300x220.png 300w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-raliyanti-768x563.png 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-raliyanti.png 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/14/hikmah-dibalik-pandemi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Bahasa Mengenal Bangsa</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/14/mengenal-bahasa-mengenal-bangsa/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/14/mengenal-bahasa-mengenal-bangsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2022 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2183</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Nia Kurniasih, S.Pd. ~ Allah SWT menciptakan dunia dengan berbagai ragam manusia sebagai penghuninya. Sebagaimana yang dituliskan dalam QS Al Hujuraat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Dari sekelompok suku dan bangsa, manusia&#160; menempati dunia diberbagai tempat dan wilayah. Mereka hidup didalam kelompok suku bangsanya, dan menciptakan alat komunikasi yaitu bahasa. Bahasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Nia Kurniasih, S.Pd.  ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: justify;">Allah SWT menciptakan dunia dengan berbagai ragam manusia sebagai penghuninya. Sebagaimana yang dituliskan dalam QS Al Hujuraat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Dari sekelompok suku dan bangsa, manusia&nbsp; menempati dunia diberbagai tempat dan wilayah. Mereka hidup didalam kelompok suku bangsanya, dan menciptakan alat komunikasi yaitu bahasa. Bahasa akan memudahkan sekelompok suku atau bangsa untuk berinteraksi sesama mereka. Dari sinilah muncul berbagai ragam bahasa didunia. Bahasa –bahasa ini ada yang dipakai oleh hanya suku atau bangsa tersebut saja, ada yang berkembang menjadi bahasa yang dipakai sebagai pengantar suku bangsa lain didunia, ada juga yang berkembang menjadi bahasa yang banyak dipelajari manusia lain didunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Beragamnya manusia di dunia ini dengan berbagai suku bangsa dan bahasa bukanlah dimaksudkan untuk membatasi interaksi antar manusia hanya kepada sesama suku, bangsa atau bahasa yang sama. Manusia&nbsp; dianugerahi Allah dengan akal dan nafsu sehingga terbukalah peluang bagi manusia untuk memanfaatkan dan mengembangkan berbagai potensi yang ada pada dirinya untuk mempertinggi nilai kehidupannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mempertinggi nilai kehidupannya manusia diberi amanah oleh Allah untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi. Untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi ini dengan sebaik-baiknya maka manusia menggunakan segala potensi yang diberikan Allah kepadanya. Untuk menjalankan peran sebagai khalifah Allah di muka bumi ini sebaik-baiknya manusia mau tidak mau harus mengenal dan berinteraksi dengan alam lingkungannya termasuk dengan manusia lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dorongan untuk mengenal dan memahami lebih mendalam alam lingkungannya ini telah mengantarkan manusia pada pencapaian ilmu pengetahuan alam yang makin tinggi. Sains dan teknologi berkembang pesat karena manusia terus menerus berupaya mengenal, memahami dan memanfaatkan alam lingkungannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dorongan untuk mengenal dan memahami lebih mendalam manusia lainnya telah mengantarkan manusia pada pencapaian ilmu sosial yang juga makin luas. Perbedaan-perbedaan yang ada antar manusia karena perbedaan fisik tubuh, tempat tinggal, kebiasaan, budaya, adat istiadat bahkan perbedaan pemikiran tidaklah menghalangi dorongan untuk mengenal manusia lainnya lebih dalam lagi. Bahkan perbedaan bahasa yang menjadi alat komunikasi dan interaksi antar manusia tidaklah menjadi halangan untuk saling mengenal. Manusia mempelajari bahasa manusia lainnya yang berbeda agar mereka lebih saling mengenal.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahasa Jepang Sebagai salah satu bahasa asing yang dipelajari ditingkat sekolah menengah atas,termasuk salah satu bahasa asing yang diajarkan di MAN 4 Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allah dalam surat Al Hujurat ayat 13 di atas bisa dijadikan sebagai salah satu landasan guru bahasa asing dalam memotivasi siswa mempelajari bahasa asing seperti Bahasa Jepang.. Landasan niat atau motivasi keagamaan ini sangat penting tertanam pada diri siswa agar belajar Bahasa Jepang tidak bernilai sia-sia di hadapan Allah swt.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar hasil proses belajar dapat lebih optimal maka sangat penting bagi guru membuat siswa dapat mengikuti pelajaran bahasa Jepang dengan senang, aktif dan antusias. Karena itu sebagai guru perlu untuk mendorong siswa memiliki motivasi yang membuat mereka dapat belajar bahasa&nbsp; asing ( Bahasa Jepang) dengan lebih baik yang akan memperkaya ketrampilan dan kemampuan berkomunikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai peradaban yang masih dipertahankan sampai saat ini. Bangsa Jepang mampu mempertahankan nilai-nilai tradisi dan memadukan nilai-nilai modern dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendapatkan kesempatan pelatihan di Jepang selama kurang lebih 3 bulan, bisa melihat langsung bagaimana kehidupan keseharian masyarakat Jepang. Saya melihat praktek Islam ada dinegara Jepang seperti kebersihan, keteraturan, semangat kerja yang tinggi, ketepatan waktu, optimisme dan lain-lain meskipun mereka tidak mengenal Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh nyata yang saya dapatkan adalah ketika kita akan naik turun kendaraan, naik turun tangga, membeli tiket kereta api, semua orang sabar dengan antrian, tidak ada yang saling sikut mendahului, ucapan <strong><em>arigatou gozaimashita</em></strong>&nbsp; (terimakasih), <strong><em>sumimasen </em></strong>( maaf/permisi ), <strong><em>onegaishimasu</em></strong> ( minta tolong ) selalu terucap walau untuk hal-hal kecil saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Berlandaskan QS Al Hujuraat ayat 13 diatas,&nbsp; penulis berpendapat bahwa sangatlah penting untuk memberikan pelajaran Bahasa Asing kepada siswa di Madrasah Aliyah, terlebih dalam era globalisasi dimana tekhnologi dan informasi berkembang&nbsp; sangat cepat dan dapat dijangkau oleh setiap orang. Arus informasi dari bangsa lain datang begitu deras begitu juga kemajuan bangsa lain yang tentu sangat kita perlukan informasinya . Dengan mengenal dan menguasai&nbsp; bahasa bangsa lain, diharapkan kita bisa mengambil hal-hal positif yang dapat dikembangkan oleh bangsa kita.　</p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="751" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-sensei-1024x751.png" alt="" class="wp-image-2204" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-sensei-1024x751.png 1024w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-sensei-300x220.png 300w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-sensei-768x563.png 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-sensei.png 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/14/mengenal-bahasa-mengenal-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyongsong Kurikulum Baru</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/13/menyongsong-kurikulum-baru/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/13/menyongsong-kurikulum-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2022 06:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2170</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Halimatussa’diyah ~ Kurikulum merupakan pedoman yang dimiliki oleh guru sebagai panduan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya terdapat berbagai alat bantu yang bisa digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kata kurikulum berasal dari Bahasa Yunani kuno Curriculae, Curir artinya&#160;&#160;pelari dan Curere artinya ditempuh atau berpacu. Curriculum kemudian diartikan ke dalam makna jarak yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: <em>Halimatussa’diyah</em> ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: justify;">Kurikulum merupakan pedoman yang dimiliki oleh guru sebagai panduan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya terdapat berbagai alat bantu yang bisa digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kata kurikulum berasal dari Bahasa Yunani kuno <em>Curriculae, Curir</em> artinya&nbsp;&nbsp;pelari dan <em>Curere</em> artinya ditempuh atau berpacu. Curriculum kemudian diartikan ke dalam makna jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Mengambil makna yang terkandung dari derivasi kata curricae tersebut, dalam dunia pendidikan kurikulum diartikan sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajarn untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Definisi ini secara eksplisit menyebutkan rukun yang terdapat dalam sebuah kurikulum, yakni meliputi program belajar, tujuan pembelajaran, mata pelajaran, bahan ajar dan metode.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesuai fungsinya sebagai pedoman dasar dalam melaksanakan proses pembelajaran, kurikulum di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan ini terjadi tidak hanya melulu karena isu politik ganti menteri ganti kurikulum melainkan karena adanya kebutuhan mendesak yang menyebabkan pemerintah harus melakukan perubahan kurikulum. Setidaknya perubahan kurikulum dilakukan untuk menjawab kebutuhan atas perubahan zaman, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak disusunnya kurikulum pertama kali di Indonesia yakni pada tahun 1947 yang diberi nama Kurikulum Rentjana Pelajaran 1947 kurikulum di Indonesia telah mengalami 11 perubahan kurikulum yakni Kurikulum Rentjana Pelajaran 1947, Kurikulum 1952, Kurikulum 1964, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, Kurikulum KTSP 2006, Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesebelas kurikulum tersebut memiliki perbedaan karakteristik sesuai dengan kebutuhan dan tujuan atau arah Pendidikan pada sebuah masa. Perubahan tersebut setidaknya meliputi perubahan pada irisan kompetensi dasar,&nbsp; metode pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Sebagai contohnya, kurikulum 1947 atau kurikulum Rentjana menitik beratkan pada Pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasayarakat kemudian disempurnakan (dirubah) dengan kurikulum 1952 atau yang di kenal dengan Rentjana Pelajaran Terurai 1952 mengatur tentang topik pembahasan setiap mata pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Begitupun dengan dua perubahan kurikulum dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 menjadi Kurikulum 2013 dimana pada KTSP kurikulum difokuskan pada konsep desentralisasi Pendidikan pada system Pendidikan sesuai kondisi sekolah dan siswa masing-masing sementara pada Kurikulum 2013 kegiatan pembelajarn difokuskan pada pengembangan kompetensi yang meliputi kognisi, psikomotor dan afeksi siswa. Pengembangan kompetensi ini dianggap penting dalam rangka menyiapkan generasi yang memiliki keterampilan abad 21 (21<sup>st</sup> century skill).</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini pemerintah di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (KEMENDIKBUDRISTEK) yang dipimpin oleh Nadiem Makarim telah meluncurkan kurikulum baru yang disebut dengan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka dikeluarkan sebagai respon atas ditemukannya <em>gap</em> pendidikan antara satu daerah dengan daerah lainnya serta untuk menyusul ketertinggalan pendidikan <em>(loss learning)</em> akibat terjadinya wabah Covid 19. Penggunaan Kurikulum Merdeka diserahkan pada satuan pendidikan masing-masing dengan menimbang kesiapan dan sumber daya yang ada. Setiap satuan Pendidikan diberikan tiga pilihan untuk menggunakan salah satu dari tiga kurikulum yang ada yakni Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat dan Kurikulum Merdeka sebelum akhirnya kurikulum ini akan diterapkan secara nasional pada tahun 2024.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurikulum Merdeka menitikberatkan esensi belajar yang berpijak pada prinsip setiap anak memiliki bakat dan minatnya masing-masing. Berpedoman pada hal tersebut Kurikulum Merdeka merumuskan proses pembelajaran yang bersifat menumbuhkan bakat dan minat siswa melalui tiga stimulus. Pertama pembelajaran berbasis projek, kedua fokus pada materi essensial dan ketiga pembelajaran yang dilaksanakan guru menyesuaikan kemampuan siswa dengan menyesuaikan konteks dan muatan lokal.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, secara personal apa yang harus kita lakukan untuk menyongsong kurikulum baru ini. Tentu saja, yang harus kita lakukan pertama kali adalah menerima. Menerima artinya bersikap positif dan bersikap aktif. Sikap positif kita aktualisasikan dengan berpikir positif bahwa yang menjadi tujuan dari perubahan ini adalah tujuan perbaikan, sedangkan bersikap aktif berarti mencari tahu dan memahami esensi dari perubahan itu sendiri. Maka niscaya tujuan perubahan akan tercapai.</p>
<hr>
<p style="text-align: justify;"><strong>Profil Penulis</strong></p>


<div class="wp-block-image is-style-default"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="341" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-ms-haya-1024x341.png" alt="" class="wp-image-2174" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-ms-haya-1024x341.png 1024w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-ms-haya-300x100.png 300w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-ms-haya-768x256.png 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/profil-ms-haya.png 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/13/menyongsong-kurikulum-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beberapa Peristiwa Nasional yang Terjadi saat Bulan Ramadhan</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/13/beberapa-peristiwa-nasional-yang-terjadi-saat-bulan-ramadhan/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/13/beberapa-peristiwa-nasional-yang-terjadi-saat-bulan-ramadhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2022 05:30:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2177</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Tri Wibowo Cahyadien ~ Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kehidupan kenegaraan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari beberapa peristiwa penting yang terjadi pada saat Bulan suci Ramadhan. Berikut adalah peristiwa penting di awal kemerdekaan yang terjadi di Indonesia: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Rangkaian perjuangan bangsa Indonesia selama beberapa tahun silam menemui titik puncaknya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Tri Wibowo Cahyadien ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: justify;">Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kehidupan kenegaraan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari beberapa peristiwa penting yang terjadi pada saat Bulan suci Ramadhan. Berikut adalah peristiwa penting di awal kemerdekaan yang terjadi di Indonesia:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong> <img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2178 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-1.jpg" alt="" width="385" height="258" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-1.jpg 385w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-1-300x201.jpg 300w" sizes="(max-width: 385px) 100vw, 385px" /></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian perjuangan bangsa Indonesia selama beberapa tahun silam menemui titik puncaknya. Perjuangan pergerakan Indonesia melalui organisasi nasional seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Persatuan pemuda melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, peristiwa Rengasdengklok merupakan rangkaian peristiwa yang dilalui Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setelah polemik antara golongan tua dan golongan muda mengenai cara memperjuangkan kemerdekaan Indonesia akhirnya Indonesia memutuskan Kemerdekaan Indonesia terjadi pada 17 Agustus 1945 M (9 <em>Ramadhan</em> 1364 H).<strong> </strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="2">
<li><strong>Pengesahan RUUD 1945 menjadi UUD 1945</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong> <img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2179 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-2.jpg" alt="" width="348" height="282" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-2.jpg 348w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-2-300x243.jpg 300w" sizes="(max-width: 348px) 100vw, 348px" /></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah proklamasi kemerdekaan RI dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 M (9 Ramadhan 1364 H) maka diperlukan adanya landasan hukum dalam penyelenggaraan negara, susunan pemerintahan serta pembentukan lembaga negara. Dengan kesadaran akan kondisi tersebut, maka pada tanggal 18 Agustus 1945 M (10 Ramadhan 1364 H) dilaksanakanlah rapat yang dilakukan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dan hasil dari rapat PPKI tersebut adalah Pengesahan RUUD 1945 menjadi UUD 1945, Pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden serta pengesahan KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) sebagai lembaga negara yang merupakan cikal bakal menjadi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) saat ini.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="3">
<li><strong>Agresi Militer Pertama Belanda</strong></li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2180 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-3.jpg" alt="" width="438" height="248" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-3.jpg 438w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-3-300x170.jpg 300w" sizes="(max-width: 438px) 100vw, 438px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Agresi Militer Belanda di latar belakangi oleh kekalahan Belanda dalam Perang Dunia II yang berdampak langsung pada lesunya ekonomi di Negeri Belanda. Untuk mengembalikan gairah ekonominya, Belanda membutuhkan stimulus berupa tersedianya sumber – sumber barang bernilai ekonomi. Disisi lain, untuk memudahkan rencananya tersebut, Belanda melalui Van Mook berpidato menyampaikan bahwa Indonesia berada di bawah Belanda dalam bentuk pemerintahan persemakmuran. Namun, pernyataan tersebut ditolak mentah – mentah oleh Indonesia karena telah memproklamirkan diri sebagai negara yang merdeka. Lambat laun, kondisi semakin tidak kondusif antara kedua belak pihak dan semakin memanas. Dan pada akhirnya pada 21 Juli 1947 M (3 Ramadhan 1366 H) Belanda melancarkan agresinya yang pertama.<strong> </strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="4">
<li><strong>Percobaan Pembunuhan Presiden Soekarno</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong> <img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2181 aligncenter" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-4.jpg" alt="" width="404" height="200" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-4.jpg 404w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/p-4-300x149.jpg 300w" sizes="(max-width: 404px) 100vw, 404px" /></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bung Karno yang saat itu sedang memimpin sidang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) di Istana, lalu terjadi serangan yang dilakukan seorang pilot militer. Pilot yang diduga terlibat pemberontakan Permesta saat itu, menembak ke arah ruang makan Istana berharap Bung Karno ada disana yang memang sering digunakan. Peristiwa tersebut terjadi tanggal 9 Maret 1960 M (11 <a href="https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/tag/Ramadhan">Ramadhan</a> 1379 H). Sehingga tidak ada agenda kegiatan di ruang makan tersebut.</p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="724" height="1024" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-724x1024.jpg" alt="" class="wp-image-2097" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-724x1024.jpg 724w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-212x300.jpg 212w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-768x1087.jpg 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-1086x1536.jpg 1086w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001.jpg 1241w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/13/beberapa-peristiwa-nasional-yang-terjadi-saat-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Negosiasi Dalam Al Quran</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/negosiasi-dalam-al-quran/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/negosiasi-dalam-al-quran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2022 06:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2118</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Lisnur Azizah ~ Berbekalah dengan ketaqwaan karena kita tidak pernah tahu apabila gelap gulita malam datang, masih bisakah kita menatap sang fajar esok hari?“ Sosialisasi dalam kehidupan tidak terlepas dengan adanya komunikasi berdasarkan kesapakatan, perjanjian juga negosiasi. Perjanjian dan kesepakan adalah suatu aktivitas yang dilakukan dua orang atau lebih untuk mendapatkan keuntungan di antar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Lisnur Azizah ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: justify;">Berbekalah dengan ketaqwaan karena kita tidak pernah tahu apabila gelap gulita malam datang, masih bisakah kita menatap sang fajar esok hari?“ Sosialisasi dalam kehidupan tidak terlepas dengan adanya komunikasi berdasarkan kesapakatan, perjanjian juga negosiasi. Perjanjian dan kesepakan adalah suatu aktivitas yang dilakukan dua orang atau lebih untuk mendapatkan keuntungan di antar kedua belah pihak. Berbeda dengan negosiasi istilah ini muncul untuk membantu dua orang atau lebih yang menginginkan keuntungan berbeda, tergantung dari sudut pandang pembuat kesepakatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berawal minimya contoh teks materi negosiasi penulis mencoba menciptaka terobosan baru tentang teks negosiasi yang tidak hanya dalam aktifitas jual beli namun ternyata bisa masyarakat ditemukan dalam sirah nabawi dan kisah-kisah para sahabat juga peristiwa sejarah Islam yang termuat dalam Alquran. Karena alasan itulah tulisan ini bertajuk “Negosiasi dalam Alquran”.</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur, penulis bukanlah orang yang menguasi ilmu tentang bagaimana memahami Alquran melaui tafsir dan terjemahan, tulisan ini mecoba menampilkan sesuatu yang berbeda dan tidak “mainstream” menurut bahasa kekinian tentang sesuatu yang biasa. Penulis mencoba mengangkat kembali peristiwa-peristiwa apa saja dalam Alquran yang bisa diangkat menjadi materi ajar di sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata jika digali secara mendalam Alquran banyak memberi inspirasi yang dapat membantu dan memudahkan para guru yang merasa kekurangan untuk mendapatkan materi ajar dalam kurikulum yang berlaku sekarang ini. “Negosiasi dalam Alquran” merupakan awal, membuka cakrawala baru dalam mengisi dan memanfaatkan isi teks yang ada. Insyaallah dengan izin-Nya penulis akan mencoba menghadirkan pula materi ajar yang berhubungan dengan materi-materi dalam kurikulum pada Alquranul Karim. </p>
<p style="text-align: justify;">Penulis berharap setiap jengkal teks dan terjemahan yang berkaitan denagn negosiasi pada tips ini dampat membangkitan pendidikan karakter siswa Indonesia dengan memahami bahwa negosiasi yang baik itu tidak hanya terjadi di masa kini namun dipraktikan pula sejak hadirnya manusia di muka bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa contoh teks negosiasi yang termuat dalam Al quran tentunya merupakan kisah-kisah yang sebelumnya pernah diketahui oleh para pembaca, namun para pendidk dapat mencoba menampilkan kembali dengan pola yang berbeda. </p>
<p style="text-align: justify;">Negosiasi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain. Pengertian tersebut adalah pengertian pertama sedangkan pengertian yang kedua dari negosiasi adalah penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersengkata. </p>
<p style="text-align: justify;">Materi negosiasi yang terdapat dalam materi pembelajaran bahasa Indonesia kelas X tingkat SMA/MA, menginginkan kompetensi dasar siswa yang mampu menjalin komunikasi di tengah masyarakat sesuai prosedur yang berlaku dengan etika yang baik. Pemahaman masyarakat tentang negosiasi bisa jadi berbeda-beda, begitu pula yang akan terjadi pada persepsi siswa di sekolah. Contoh-contoh negosiasi yang dihadirkan dalam beberapa sumber tentunya berusaha menghadirkan persepsi sama tentang apa itu negosiasi yang sebenarnya, paling tidak negosiasi yang dimaksud bisa sesuai dengan pemahaman mendasar siswa. Selain itu para siswa yang nota benenya siswa madrasaah pada khususnya dapat memanfaatkan moment pembelajaran materi negosiasi ini sambil menggali tafsir al quran dan dapat berkolaborasi dengan mapel keagamaan yaitu Al quran dan hadits. </p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa judul teks negosiasi dalam sumber bacaan lain masih minim merujuk pada terjemahan dan tafsir Alquran yang memuat kisah-kisah hikmah. Teks negosiasi yang dihadirkan dalam al quran ini tentunya kisah atau peristiwa berisi teks negosiasi yang dilakukan beberapa nabi dan sahabat, yang tentunya kesepakatan yang terjadi terlihat tidak memaksa justru sungguh santun. </p>
<p style="text-align: justify;">Dilihat dari kacamata negosiasi yang ideal, sebenarnya hasil yang diperoleh dari kesepakatan itu sendiri tidaklah terlihat seperti hal yag menguntungkan secara dominan, melainkan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh si pembuat kesepakatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh negosiasi yang “mainstream“ adalah transaksi jual beli dalam proses tawar menawar. Bila dilihat dari kacamata pembeli setelah proses tawar menawar, pembeli seolah-olah merupakan orang yang paling berhasil dalam negosiasi. Jika harga barang yang ditawarkan bergesar pada titik terendah, dan sebaliknya penjual seolah menjadi orang yang paling menderita jika barang yang dijualnya akan berpindah tangan dengan harga yang tidak sesuai dengan penawaran. Persepsi negosiasi tersebut tidak selamanya benar. Mengapa tidak benar? karena tujuan negosiasi itu sendiri adalah mencapai situasi saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan walupun terlihat berbeda, dalam negosiasi yang dilakukan, hasil kesepakatannya tidak harus menghasilkan kualitas nilai yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Apapun hasil negosiasi yang tercipta, hal paling utama bagi pendidikan adalah berusaha melakukan interaksi sosial tersebut dengan ketentuan yang sesuai prosedur di antaranya, menggunakan bahasa yang santun, kesepakan yang dihasilkan tidak merugikan kedua belah pihak, bersifat menerima argumen dari pihak mitra dan melaksanakan hasil kesepakatan dengan ikhlas. </p>
<p style="text-align: justify;">Semoga pemilihan ide ini sedikitnya bisa membantu para pendidik dan peserta didik dalam menemukan contoh teks negosiasi, tanpa harus bersusah payah mencari teks negosiasi di buku yang berbeda-beda. Dengan keberadaan kisah-kisah negosiasi dari tajuk “Negosiasi dalam Alquran“ insyaallah bermanfaat. Penulis coba tampilkan salah satu contoh teks negosiasi dalam Al quran yang diambil dari salah satu kisah nabi Isa yang tentu sudah penulis sadur menjadi satu teks sesuai struktur teks negosiasi berikut kutipannya</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Diplomasi Isa Kepada Tuhannya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar nama Isa tentu tidak jauh dari gelar Almasih dan ibundanya Mariam. Sesungguhnya kisah Almasih tidak hanya berisi tentang usaha beliau menaklukkan umatnya Bani Israil. Banyak kisah yang mengingatkan peristiwa kehidupan Isa tentang diangkatnya ke langit sampai pada peristiwa negosiasi Nabi Isa kepada Tuhan, yang dilakukan sebagai bentuk pembelaan Nabi Isa kepada umatnya dan dirinya sendiri. </p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa diplomasi Nabi Isa ini termuat dalam Surat Almaidah ayat 116-118. Terjemahan ayat tersebut adalah sebagai berikut, “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?” Isa menjawab, “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib.&#8221; </p>
<p style="text-align: justify;">“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan adalah</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” </p>
<p style="text-align: justify;">Percakapan Nabi Isa dengan Tuhannya dalam terjemahan Surat Almaidah tersebut, mungkin terlihat biasa saja. Apalagi untuk beberapa orang yang hanya sekilas membaca terjemahan. Sebenarnya diplomasi seorang hamba kepada Tuhannya sungguh luar biasa, bagaimana Allah SWT memberi kesempatan kepada orang kepercayaannya untuk memberi klarifikasi atas apa yang dilakukan umatnya di dunia. </p>
<p style="text-align: justify;">Menjelang kiamat kelak Allah SWT akan memanggil para Nabi beserta umatnya masing-masing. Salah satu Nabi yang akan dipanggil saat itu adalah Nabi Isa AS. Dimulailah dialog penuh kekuatan super dahsyat ini saat Allah SWT bertanya, “Hai Isa putra Maryam apakah benar kamu memproklamirkan, bahwa Dirimu dan Mariyam ibumu sebagai Tuhan selain Allah SWT?” mendengar pertanyaan Allah SWT yang memang murka sehingga malaikat merinding ketakukan. Dengan Kesantunan tinggi yang dimiliki Nabi Isa, Dia mencoba menjawab pertanyaan Allah SWT karena sesungguhnya Isa sangat memehami bagaimana murkanya Allah SWT kepada umatnya. Menjawablah Isa, “Mahasuci Engkau ya Tuhanku tidak mustahak aku mengatakan yang bukan hakku, jika pun aku berani mengatakannya tentulah <br />Engkau lebih mengetahui dibandingkan hamba-Mu yang lemah ini, Isa pun manambahkan klarifikasinya “Rabbana&#8230; Engkau mengetahui apa yang ada di hatiku apatah daya diri yang lemah ini tak sedikitpun mengetahui apa yang ada dalam hati-Mu karena sesungguhnya Engkaulah lah yang maha tahu perkara yang ghaib.” </p>
<p style="text-align: justify;">Diplomasi mulai terlihat ketika ayat selanjutnya Nabi Isa memintakan ampun atas apa yang dilakukan umatnya seraya menyatakan bahwa siksa yang diturunkan kepada umatnya jelas hak Allah namun dengan santun kembali Nabi Isa memberi pernyataan pembelaannya bahwa Allah pemberi taufik dan rahmat maka jika Allah meberikan pengampunan maka akan berefek umatnya semaikin lebih dekat kepada Allah SWT. </p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kehidupan sehari-hari negosiasi dan diplomasi seringkali terjadi. Tentu hal yang berbeda jika negosiasi yang dilakukan itu adalah antara Nabi dan Tuhannya, terlihat begitu santun tidak memaksakan kehendak. Namun hasil dari negosiasi anatara Isa AS dan Allah SWT tentang kondisi umatnya kelak yang termaktub dalam Surat Almaidah ayat 116-118 tentu tidak akan kita jumpai sekarang sekarang ini. Apapun hasil dari negosiasi tersebut hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui, <em>Wallahu a’lam</em>&#8230;</p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="496" height="453" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/profil-kak-lisnur.jpg" alt="" class="wp-image-1812" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/profil-kak-lisnur.jpg 496w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2021/12/profil-kak-lisnur-300x274.jpg 300w" sizes="(max-width: 496px) 100vw, 496px" /></figure></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/negosiasi-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekskul, Prestasi, dan Apresiasi</title>
		<link>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/ekskul-prestasi-dan-apresiasi/</link>
					<comments>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/ekskul-prestasi-dan-apresiasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin web]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2022 06:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel populer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://man4jkt.sch.id/?p=2110</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Tri Wibowo Cahyadien ~ Kegiatan ekstrakurikuler atau disingkat menjadi ekskul merupakan bagian kegiatan sekolah yang tidak dapat dipisahkan. Mengutip Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler.   Pasal 1 menjelaskan &#8220;kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler di bawah bimbingan dan pengawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Tri Wibowo Cahyadien  ~</p>



<hr class="wp-block-separator"/>


<p style="text-align: justify;">Kegiatan ekstrakurikuler atau disingkat menjadi ekskul merupakan bagian kegiatan sekolah yang tidak dapat dipisahkan. Mengutip Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler.  </p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 1 menjelaskan &#8220;kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.&#8221; Lebih lanjut, pada pasal 2 dijelaskan mengenai tujuan ekstrakurikuler yaitu &#8220;mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ekstrakurikuler sendiri pada pelaksanaan terbagi menjadi 2 kegiatan, yaitu yang dilaksanakan di dalam ruangan dan di luar ruangan. Tiap satuan pendidikan memiliki kebijakan sendiri dalam penyelenggaraannya, misal; ekstrakurikuler memiliki standar minimal jumlah peserta, mewajibkan satu ekstrakurikuler, atau menitikberatkan pada satu ekstrakurikuler yang populer tertentu. Serta ada pula ekstrakurikuler yang mengikuti ciri atau ideologi sekolah, misalkan pada sekolah Islam terpadu cenderung menekankan peserta didiknya untuk kegiatan panahan, berenang atau tahfidz.    </p>
<p style="text-align: justify;">Ekstrakurikuler sebagai alternatif kegiatan yang positif di lingkungan sekolah perlu mendapatkan dukungan serupa dengan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Hal ini dianggap perlu karena mengingat bahwa tidak melulu peserta didik memiliki atau berminat dalam pengembangan akademik. Patut disadari bahwa kenyataannya dalam lingkup kelas, akan selalu ada beberapa peserta didik yang berminat di pengembangan diri pada kegiatan ekstrakurikuler. Oleh karena itu, sekolah memiliki peranan vital.   </p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak yang memiliki minat atau bahkan berprestasi dalam ekstrakurikuler tentunya harus diapresiasi oleh pihak sekolah, terutama oleh guru. Sekolah harus memiliki budaya mengapresiasi peserta didik yang berprestasi dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non akademik. Baik anak yang serba bisa (cerdas di kelas dan terampil dalam ekstrakurikuler) ataupun anak yang hanya berprestasi dalam bidang non akademik.  Budaya apresiasi prestasi ini akan berdampak positif untuk kesehatan mental anak tersebut ke depannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari bersama-sama membangun dan mulai mengapresiasi anak-anak yang berprestasi di bidang non akademik adalah anak yang memiliki keisitimewaan layaknya keistimewaan kecerdasan anak–anak di bidang akademik. Di sisi lain, mungkin perlu juga diri kita untuk melihat, mendukung secara langsung anak tersebut dalam perlombaan. Atau setidaknya kita pernah melihat kesungguhan mereka pada saat berlatih di sekolah.  Terkadang anak-anak memberi inspirasi kepada kita, inspirasi tentang kesungguhan, kecerdasan motorik, <em>teamwork</em> dan <em>fair play</em>.</p>


<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Profil Penulis</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="724" height="1024" src="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-724x1024.jpg" alt="" class="wp-image-2097" srcset="https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-724x1024.jpg 724w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-212x300.jpg 212w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-768x1087.jpg 768w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001-1086x1536.jpg 1086w, https://man4jkt.sch.id/wp-content/uploads/2022/04/CV-TRI-WIBOWO-CAHYADIEN_page-0001.jpg 1241w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://man4jkt.sch.id/2022/04/06/ekskul-prestasi-dan-apresiasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
