Jakarta, 9 Februari 2026 – Pada hari Minggu, 8 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Santri dalam Menghadapi Kondisi Gawat Darurat. Acara ini di inisiasi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh dosen, dokter, dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas X dan XI Asrama MAN 4 Jakarta dan bertempat di Aula Asrama SBSN Putri.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara. Acara dibuka dengan pembacaan tilawatil Al-Qur’an sebagai bentuk doa dan harapan agar kegiatan berjalan dengan lancar. Selanjutnya disampaikan sambutan oleh Ustadz Anas Zein Taqi selaku perwakilan Asrama MAN 4 Jakarta serta sambutan dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti yang diwakili oleh dr. Ferdi.

Sebelum memasuki sesi penyuluhan, seluruh peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test guna mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai Bantuan Hidup Dasar. Selanjutnya, para dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, yaitu dr. Ferdi dan dr. Nia, memberikan pemaparan materi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD), yaitu tindakan pertolongan pertama yang dilakukan pada korban yang mengalami henti napas, henti jantung, atau kondisi kegawatdaruratan lainnya sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Materi yang disampaikan meliputi langkah awal penanganan apabila menemukan korban yang jatuh atau tidak sadarkan diri. Peserta diperkenalkan dengan metode AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive) untuk menilai tingkat kesadaran korban serta pendekatan HATI (Hubungi bantuan, Amankan korban dan penolong, Tidak membahayakan, Investigasi ABC) sebagai panduan awal dalam melakukan pertolongan pertama. Setelah penyampaian materi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok.

Praktik dilaksanakan melalui sistem pos ke pos yang terdiri dari 7 pos, dengan waktu pergantian setiap 12 menit. Pos 1 membahas penilaian kesadaran dan aktivasi bantuan, Pos 2 mengenai Airway (jalan napas) dengan teknik head tilt–chin lift dan jaw thrust, Pos 3 membahas Breathing atau bantuan pernapasan termasuk recovery position dan penggunaan Bag Valve Mask. Pos 4 dan Pos 5 membahas Circulation atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang dibedakan antara korban usia di bawah 1 tahun dan di atas 1 tahun.
Pos 6 merupakan rangkaian gabungan dari pos 1 hingga pos 5 sebagai simulasi penanganan kegawatdaruratan secara menyeluruh. Pos 7 membahas penanganan korban tersedak, yang dibedakan berdasarkan usia di bawah dan di atas 1 tahun. Pada pos pertama yang dikunjungi, peserta juga mengerjakan pre-test pos sebagai bagian dari pengukuran pemahaman awal peserta.

Setelah seluruh rangkaian pos selesai, peserta melaksanakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, dilanjutkan dengan tes keterampilan berupa problem solving dari studi kasus yang diberikan. Kegiatan ditutup dengan doa penutup, dan pada akhir acara diumumkan 8 peserta terbaik yang memperoleh nilai tertinggi dari hasil post-test dan tes keterampilan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan capaian mereka. Diharapkan melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) iini para santri Asrama MAN 4 Jakarta memiliki kesiapan, pengetahuan, dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan secara cepat dan tepat.
Penulis : Divisi Informasi dan Kerjasama, Organisasi Santri Asrama