Jakarta – Suasana Ramadan di Masjid Ibadurrahman terasa istimewa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun lembut dan penuh penghayatan. Jamaah larut dalam keheningan yang menenangkan, merasakan setiap ayat seolah mengetuk relung jiwa. Dua imam muda dari MAN 4 Jakarta Selatan, Ahmad Ghozali dan Muhammad Haikal, memimpin salat Isya dan Tarawih dengan suara merdu yang menghadirkan kekhusyukan mendalam.

Kekhidmatan malam itu tak jarang berujung pada air mata haru para jamaah. Banyak yang mengaku tersentuh oleh bacaan yang dibawakan kedua murid tersebut. Salah satunya, Ibu Titin Sukaesih, mengungkapkan kekagumannya bahwa suara imam muda dari MAN 4 Jakarta Selatan begitu merdu hingga tanpa terasa air mata terus mengalir dan mengingatkannya pada suasana salat di Masjidil Haram. Ungkapan tersebut menjadi bukti kuat bagaimana bacaan Al-Qur’an mampu menyentuh hati pendengarnya.

Keindahan lantunan Ahmad Ghozali dan Muhammad Haikal tidak hanya terletak pada kualitas suara, tetapi juga pada penghayatan dan adab sebagai seorang imam. Makhraj huruf, kaidah tajwid, serta irama tilawah dibawakan secara tenang dan tertata. Bacaan mereka mengalir lembut—menenangkan sekaligus menggugah—sehingga jamaah dapat menjalankan salat dengan lebih khusyuk dan penuh makna.

Penampilan keduanya sebagai imam Tarawih menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah, orang tua, dan para guru. Di usia yang relatif muda, mereka menunjukkan keteladanan, kepercayaan diri, serta kualitas bacaan Al-Qur’an yang mengesankan. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan keagamaan di MAN 4 Jakarta Selatan berjalan secara konsisten dan menghasilkan generasi Qur’ani yang berkualitas.

Keberhasilan tersebut merupakan buah dari pembinaan terarah melalui Program Duta Imam Salat Tarawih MAN 4 Jakarta yang diprakarsai oleh Ust. H. Eko Yulianto, S.Pd.I., guru SKI MAN 4 Jakarta Selatan. Program yang telah memasuki tahun keenam ini secara berkelanjutan menyiapkan murid agar mampu menjadi imam yang tidak hanya baik secara bacaan, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial dalam melayani umat.

Pada 25 Februari 2026, rangkaian kegiatan Ramadan di Masjid Ibadurrahman juga menghadirkan penceramah Woryono Abdul Ghofur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI. Kehadiran tokoh nasional tersebut semakin menambah semarak kegiatan keagamaan sekaligus memberikan penguatan spiritual bagi jamaah dan para duta imam yang bertugas.

Pada Ramadan tahun ini, para duta imam MAN 4 Jakarta Selatan ditugaskan di berbagai masjid wilayah Jabodetabek. Ahmad Ghozali dan Muhammad Haikal termasuk dalam 20 murid terpilih yang lolos seleksi ketat dari 49 peserta sejak awal Desember 2025. Proses pembinaan dan seleksi ini menjadi bukti kesungguhan madrasah dalam menjaga kualitas bacaan, kesiapan mental, serta akhlak para imam muda, sekaligus melangitkan nama MAN 4 Jakarta Selatan di tengah masyarakat melalui syiar Al-Qur’an.

Silakan Hubungi Kami